Jalur darat yang rusak parah masih jadi kendala utama. Itulah kenyataan pahit yang dihadapi tim distribusi bantuan untuk korban banjir dan longsor di Aceh. Tak banyak pilihan, jalur udara pun akhirnya menjadi andalan.
Di tengah situasi yang serba sulit itu, ada sebuah momen yang menyentuh. Terjadi di Desa Ekan, Kabupaten Gayo Lues, Selasa lalu. Sebuah helikopter Caracal TNI AU mendarat dengan membawa sekitar satu ton logistik yang sangat dinanti.
Wajah-wajah warga yang semringah langsung menyambut. Suara baling-baling yang menderu tak menyurutkan semangat mereka. Yang terjadi kemudian sungguh di luar dugaan. Bukannya hanya menerima, warga justru membawa sesuatu untuk diberikan kepada para awak helikopter.
“Warga membawa buah durian dan menyerahkannya kepada awak helikopter. Tanpa banyak kata, pemberian itu menjadi ungkapan syukur atas bantuan yang telah tiba,”
Kisah itu disampaikan oleh Kadispenau, Marsma I Nyoman Suadnyana, Kamis kemarin. Menurutnya, gesture sederhana itu punya dampak yang luar biasa bagi para personel.
Bayangkan saja, jadwal mereka padat, cuaca juga sering tak menentu. Di tengah kelelahan itu, hadiah berupa durian itu terasa istimewa. Bukan soal nilainya, tapi tentang apresiasi yang tulus.
“Bagi para awak, di tengah jadwal yang padat dan cuaca yang tak selalu bersahabat, hadiah kecil itu terasa seperti ‘energi tambahan’, tanda bahwa kerja keras disambut dengan kepedulian,” tegas Suadnyana.
Helikopter pun akhirnya pergi. Namun, kepergiannya diiringi lambaian tangan dan senyum lebar dari warga. Mereka berdiri di antara kardus-kardus bantuan, sambil terus memandang ke langit, seolah mengucapkan terima kasih yang tak putus-putusnya.
Artikel Terkait
Megawati Raih Doktor Honoris Causa dari Universitas Perempuan Terbesar di Dunia
Megawati Raih Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Perempuan Terbesar di Arab Saudi
BMKG Makassar Imbau Waspada Hujan dan Angin Kencang di Sulsel Besok
Polres Padang Pariaman Gagalkan Penyelundupan 7 Kg Sabu di Bandara Minangkabau