Bethlehem Kembali Bernyawa, Cahaya Natal Akhirnya Menyapa Malam

- Kamis, 25 Desember 2025 | 20:30 WIB
Bethlehem Kembali Bernyawa, Cahaya Natal Akhirnya Menyapa Malam

Lampu-lampu warna-warni akhirnya kembali menyala di Manger Square, Bethlehem. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun, perayaan Natal digelar terbuka di kota bersejarah itu, Rabu malam (24/12). Sebuah pemandangan yang sempat hilang akibat bayang-bayang perang di Gaza.

Ratusan umat Kristiani membanjiri Gereja Kelahiran untuk mengikuti misa malam itu. Suasana khidmat, tapi juga haru, terasa di dalam gereja yang diyakini sebagai tempat kelahiran Yesus tersebut. Gereja ini, tentu saja, adalah salah satu situs paling suci bagi umat Kristen di seluruh dunia.

Di luar tembok gereja, keriuhan berbeda terjadi. Ratusan warga dan peziarah memadati Star Street, jalan sempit bersejarah di pusat kota, untuk menyaksikan pawai Natal. Alun-alun kota pun tak kalah ramai, dipenuhi kerumunan yang ingin merasakan kembali sukacita perayaan yang tertahan lama.

"Hari ini penuh dengan sukacita," ujar Milagros Anstas, seorang remaja 17 tahun yang ikut dalam keramaian itu.

Wajahnya sumringah saat menambahkan, "Kami tidak bisa merayakannya sebelumnya akibat perang."

Suasana festival benar-benar terasa. Di antara kerumunan, beberapa pria beraksi dengan kostum Santa Claus, sibuk menjajakan apel karamel dan mainan anak-anak. Di sudut lain, keluarga-keluarga sibuk berfoto selfie di depan miniatur palungan yang dihiasi bintang raksasa. Upaya mengabadikan momen bahagia yang sudah lama dinanti.

Menjelang malam, suasana kian magis. Pohon Natal besar berdiri megah di samping Gereja Kelahiran, berkilauan diterpa cahaya lampu. Kilauannya seolah ingin mengusir kegelapan yang pernah menyelimuti.

Memang, perayaan tahun ini punya arti khusus. Bagi komunitas Kristiani Bethlehem, ini adalah momen penting untuk bernapas lega. Setelah bertahun-tahun harus meredam kegembiraan karena konflik dan ketegangan yang tak kunjung reda di kawasan tersebut, akhirnya ada secercah cahaya yang bisa dirayakan bersama.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar