Lalu, untuk apa saja rincian penggunaannya?
Pertama, untuk renovasi sekolah. Prabowo menyoroti banyaknya fasilitas pendidikan yang rusak.
Kedua, pembangunan rumah. Data kebutuhan hunian di tiga provinsi itu mencapai angka 200.000 unit. Dengan dana sitaan ini, Presiden optimistis bisa memenuhi setengah dari kebutuhan tersebut sekaligus.
Kehadiran dana ini tentu jadi angin segar. Situasi di lapangan memang masih berat. Hingga Rabu, 24 Desember 2025, data BNPB mencatat korban jiwa mencapai 1.112 orang meninggal dengan 176 masih hilang. Kerusakan fasilitas juga masif: 875 sekolah dan kampus rusak, ditambah sekitar 147.000 unit rumah. Lebih dari 624.000 warga pun masih harus mengungsi dan bertahan di berbagai posko.
Jadi, begitulah rencananya. Uang hasil sitaan yang berasal dari penegakan hukum, akan dialihkan untuk membangun kembali kehidupan yang porak-poranda akibat bencana. Sebuah upaya memutar roda yang diharapkan bisa langsung menyentuh mereka yang paling membutuhkan.
Artikel Terkait
PSHK Desak Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Diadili di Pengadilan Umum
Bahlil: 20 Proyek Hilirisasi Tahap Awal Sudah Mulai, Investasi Capai Rp239 Triliun
Warga Makassar Bentrok dengan Petugas Tolak Penggusuran Kios di Jalan Satando
Pokon, Hidangan Khas Toraja yang Sarat Makna dalam Ritual Rambu Solo