Ancol Batalkan Kembang Api Tahun Baru, Unggulkan Solidaritas untuk Korban Bencana

- Rabu, 24 Desember 2025 | 17:24 WIB
Ancol Batalkan Kembang Api Tahun Baru, Unggulkan Solidaritas untuk Korban Bencana

Gemerlap kembang api biasanya jadi puncak perayaan tahun baru di Ancol. Tapi malam tahun nanti, langit di kawasan itu akan lebih sunyi. Manajemen Ancol Taman Impian memutuskan untuk membatalkan pertunjukan kembang api mereka.

Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Ini adalah bentuk solidaritas dan rasa kebersamaan untuk saudara-saudara kita di Sumatera yang terdampak bencana banjir dan longsor.

"Sebagai wujud empati dan kepedulian kemanusiaan, Ancol memutuskan untuk meniadakan pertunjukan kembang api pada malam pergantian tahun,"

Demikian penjelasan Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windriatmoko. Menurutnya, tahun baru seharusnya tak cuma soal hura-hura.

"Kami mengajak seluruh pengunjung untuk menjadikan pergantian tahun ini sebagai momen perenungan dan doa bersama, seraya menumbuhkan harapan baru bahwa dengan kebersamaan dan kepedulian, kita dapat saling menguatkan dan bangkit menghadapi masa depan,"

Ujarnya lagi. Intinya, empati terhadap sesama itu lebih penting.

Meski kembang api ditiadakan, suasana perayaan tetap ada. Rangkaian acara malam tahun baru lainnya, seperti Konser Peduli Sumatera di Pantai Carnaval Ancol dan Pantai Festival, akan tetap berjalan seperti rencana. Jadi masih ada tempat untuk berkumpul dan merayakan, tapi dengan nuansa yang agak berbeda.

Daniel juga menyampaikan duka mendalam pihaknya. Rasa prihatin itu yang mendasari langkah ini.

"Kami turut merasakan keprihatinan dan kesedihan atas musibah yang terjadi serta mendoakan keselamatan dan kekuatan bagi seluruh korban dan keluarga terdampak,"

katanya. Pesan terakhirnya sederhana namun penuh makna, sebuah ungkapan solidaritas untuk Sumatera: "Pulihlah dan Bangkitlah". Karena, kata dia, kami selalu ada.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar