Semarang Ganti Kembang Api dengan Doa Lintas Agama

- Rabu, 24 Desember 2025 | 13:06 WIB
Semarang Ganti Kembang Api dengan Doa Lintas Agama

Semarang Pilih Doa, Bukan Kembang Api

Pemerintah Kota Semarang memutuskan untuk tidak menggelar pesta kembang api tahun ini. Sebagai gantinya, perayaan malam tahun baru akan diisi dengan doa bersama lintas agama dan serangkaian kegiatan sosial. Keputusan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.

Agustina menegaskan, Pemkot sengaja tidak merencanakan kembang api. Fokusnya justru pada momen refleksi dan kebersamaan.

"Kita ingin mengajak masyarakat untuk refleksi dan berdoa bersama. Doa akhir tahun itu penting, sebagai bentuk syukur atas perjalanan satu tahun dan harapan agar tahun 2026 menjadi lebih baik,"

Ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu kemarin. Menurutnya, momen pergantian tahun lebih pas diisi dengan hal-hal yang bermakna.

Rencananya, doa lintas agama itu akan melibatkan berbagai unsur keagamaan. Acara bakal ditutup dengan hiburan sederhana, sekadar untuk memupuk rasa kebersamaan antarwarga. Agustina juga menyelipkan harapan untuk para pemudik.

"Mudah-mudahan semua yang mudik atau bepergian diberikan kesehatan, keselamatan, dan sampai tujuan dengan bahagia,"

tambahnya.

Soal persiapan mudik, Wali Kota menilai fasilitas pendukung seperti rest area dan pos pelayanan di sejumlah titik sudah memadai. Dia ingin memastikan perjalanan warga tetap aman dan nyaman.

"Kalau ada yang pusing atau membutuhkan bantuan medis, pos kesehatan sangat dekat dan siap melayani. Ini bagian dari antisipasi,"

jelas Agustina.

Di sisi lain, ia memuji aplikasi LIBAS milik Polrestabes Semarang. Aplikasi itu disebutnya jadi bagian penting dari sistem pengamanan dan pelayanan publik. Masyarakat bisa mengakses bantuan kepolisian dengan lebih cepat lewat sana.

"Lewat aplikasi LIBAS, kita bisa memantau kondisi seluruh Kota Semarang. Kalau masyarakat membutuhkan pertolongan, bisa langsung lapor, dan rata-rata dalam waktu sekitar tiga menit sudah ada petugas yang datang untuk mengkonfirmasi,"

kata dia. Tampaknya, tahun baru di Semarang tahun ini akan lebih hening, namun diharapkan lebih kaya makna.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar