Malam Lengang di Kubu Raya Ricuh, Pencuri Babak Belur Diamuk Massa

- Rabu, 24 Desember 2025 | 12:54 WIB
Malam Lengang di Kubu Raya Ricuh, Pencuri Babak Belur Diamuk Massa

Hi!Pontianak - Suasana malam yang lengang di Kompleks Elitra Permai, Kabupaten Kubu Raya, mendadak ricuh Rabu dini hari tadi. Sekitar pukul satu, teriakan memecah keheningan. Seorang pria berinisial YD babak belur diamuk massa. Ia ketahuan beraksi di sebuah rumah di Jalan Cendana.

Menurut sejumlah saksi, pelaku diduga menyusup masuk ke dalam rumah saat penghuninya terlelap. Sayangnya, aksinya ketahuan. Pemilik rumah pun melawan. Panik, YD konon mengambil sebatang kayu dan menghajar korban hingga terluka. Itulah yang memicu keributan.

Teriakan minta tolong itu membangunkan tetangga. Warga yang berdatangan langsung bergerak, mengejar pelaku yang berusaha kabur. Emosi pun tersulut. YD sempat menjadi sasaran amukan massa sebelum akhirnya bisa diamankan.

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, AIPTU Ade, membenarkan kejadian ini. Saat dikonfirmasi di Polres, Rabu (24/12), ia menjelaskan pengakuan pelaku.

“Berdasarkan pengakuan YD saat interogasi awal, yang bersangkutan mengaku bahwa pada awalnya berniat pergi ke rumah keluarganya yang berada di Sungai Jawi. Namun demikian, pelaku juga mengakui bahwa dirinya memang memiliki niat untuk melakukan pencurian,” jelas AIPTU Ade.

Niat mencuri itu berujung kekerasan. Dalam keterangannya, YD mengaku memukuli korban dengan kayu karena panik takut ketahuan. Akibatnya, korban yang ternyata satu keluarga menderita luka-luka. Total ada empat orang yang menjadi korban.

“Pada saat mencuri, ia panik karena takut aksinya ketahuan makanya dia nekat membantai korban dengan kayu,” tambahnya.

Amukan warga saat itu cukup hebat. Korban sempat dihajar dan berusaha bersembunyi di dalam got, coba menyelamatkan diri. Sekarang, keadaan sudah lebih terkendali. YD diamankan di Polres Kubu Raya untuk proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, keempat korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kondisi mereka terus dipantau.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar