BPSDM Kalbar Siapkan Kawah Candradimuka Digital untuk ASN

- Selasa, 23 Desember 2025 | 23:48 WIB
BPSDM Kalbar Siapkan Kawah Candradimuka Digital untuk ASN

Pontianak - Wadah penggemblengan aparatur sipil negara di Kalimantan Barat sedang dipersiapkan memasuki era digital. Kepala BPSDM Provinsi Kalbar, Windy Prihastari, menegaskan lembaganya punya peran strategis sebagai pusat pengembangan ASN. Salah satu langkah konkretnya adalah mematangkan Kalbar Corporate University atau Corpu yang berbasis teknologi informasi.

Menurut Windy, persiapan Corpu ini sudah mencapai tahap yang cukup matang. "Kalimantan Barat Corpu-nya pada saat ini kita sedang mempersiapkan semaksimal mungkin sudah siap 80 persen," ujarnya.

Ia menambahkan, "Hingga kita membuat wadahnya, kelembagaannya, kebijakannya di dalam pendukungan di ASN Corpu ini."

Dengan perkembangan teknologi yang masif, pola pembelajaran bagi ASN ke depan tak lagi bisa mengandalkan metode tatap muka penuh. Windy melihat, transformasi ini sebuah keniscayaan.

"Pola pembelajaran ke depan bukan hanya tatap muka, tetapi juga melalui Zoom, aplikasi pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi, termasuk AI," jelasnya.

Namun begitu, perubahan metode belajar bukan berarti menurunkan standar output. Windy menekankan, pengembangan ASN harus jelas hasilnya. Para aparatur dituntut untuk berintegritas tinggi, disiplin, dan tentu saja, memiliki kinerja yang baik dalam melayani masyarakat.

Ia bahkan punya analogi yang kuat tentang peran BPSDM Kalbar. "BPSDM Kalbar ini saya ibaratkan sebagai kawah candradimuka-nya ASN Kalimantan Barat. Mereka dididik dan ditempa di sini," tegas Windy.

"Untuk itu jangan hanya sekadar melakukan pelatihan terus selesai," sambungnya.

Di sisi lain, tugas BPSDM Kalbar memang cukup luas. Lembaga ini terus berperan dalam pendidikan dasar CPNS, orientasi PPPK, plus penggemblengan ASN secara berkelanjutan. Windy mengaku terus menyampaikan laporan dan informasi kepada pimpinan dan masyarakat tentang peran penting ini.

"Tentunya pola-pola yang harus kita terapkan di sini juga pelaksanaan pola-pola penggemblengan, bukan pola-pola yang hanya biasa-biasa saja," ungkapnya.

Windy menutup dengan sebuah target. "InsyaAllah, pola penggemblengan ini akan kami laksanakan secara lebih optimal di tahun 2026," pungkasnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar