Tragedi di Assam: Kereta Cepat Tabrak Kawanan Gajah, Tujuh Ekor Tewas

- Minggu, 21 Desember 2025 | 18:24 WIB
Tragedi di Assam: Kereta Cepat Tabrak Kawanan Gajah, Tujuh Ekor Tewas

Dini hari yang gelap di Assam berubah menjadi tragedi. Tujuh ekor gajah Asia liar tewas mengenaskan setelah ditabrak kereta api pada Sabtu (20/12) lalu. Seekor anak gajah lainnya juga mengalami luka-luka dalam insiden memilukan itu.

Menurut laporan, masinis sempat melihat sekumpulan bayangan besar bergerak di atas rel. Rupanya, itu adalah kawanan gajah sekitar 100 ekor yang sedang melintas. Dia langsung menarik rem darurat, tapi sudah terlambat. Tabrakan keras pun tak terelakkan.

"Upaya pengereman dilakukan, namun jaraknya terlalu dekat," jelas seorang juru bicara Indian Railways, seperti dikutip media.

Benturan hebat itu tak hanya merengut nyawa satwa liar. Lima gerbong dan lokomotif kereta pun anjlok dari relnya. Syukurlah, tidak ada penumpang yang menjadi korban jiwa dalam musibah tersebut.

Jenazah gajah-gajah malang itu kemudian diautopsi oleh tim dokter hewan. Pada hari yang sama, prosesi penguburan pun dilaksanakan.

Kejadiannya berlangsung di kawasan hutan, sekitar 125 kilometer di tenggara Guwahati. Rel di Assam memang sering jadi jalur lintas gajah, tapi pihak perkeretaapian bersikeras lokasi kejadian bukan koridor resmi mereka. Agak disayangkan, klaim ini justru mengundang tanya.

Kereta yang terlibat adalah Rajdhani Express. Saat kejadian, kereta berkecepatan tinggi itu sedang dalam perjalanan dari Sairang, Mizoram, menuju New Delhi dengan membawa sekitar 650 penumpang.

Sayangnya, insiden seperti ini bukan hal aneh di Assam. Wilayah ini menjadi rumah bagi hampir 7.000 gajah Asia liar, salah satu populasi terbesar di India. Sejak 2020 saja, belasan gajah telah tewas di bawah roda kereta. Angka yang memprihatinkan.

Di sisi lain, ada pola yang kerap terulang. Pada musim seperti ini, gajah-gajah liar semakin sering terlihat mendekati permukiman. Alasannya sederhana: ladang padi warga sedang memasuki masa panen, jadi daya tariknya sangat besar bagi kawanan raksasa ini.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar