“Mugi-mugi doa ni pun makbul,” ujar Agus Jabo sesudahnya, masih dengan ekspresi khidmat. “Saudara-saudara kita yang di Sumatera bisa segera bangkit kembali.”
Momen itu bukanlah kebetulan. Tanggal 20 Desember, hari ketika doa bersama digelar, bertepatan dengan peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN). Agus Jabo melihatnya sebagai keselarasan yang tepat.
“Pada hari ini dalam peringatan HKSN, Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional ini adalah bentuk nyata solidaritas kita,” tuturnya, menekankan bahwa gotong royong adalah nilai yang tak boleh pudar.
Di sisi lain, komitmen pemerintah melalui Kementerian Sosial juga ditegaskannya. Bantuan logistik dan layanan tentu penting, tapi yang lebih utama adalah menguatkan pondasi kemanusiaan itu sendiri. Kehadiran negara dalam setiap duka bencana, kata dia, harus terasa hingga ke pelosok, tak sekadar lewat barang, tapi juga lewat empati yang tulus.
Artikel Terkait
Kilas Balik 22 Maret: Dari Arca Buddha Zamrud hingga Letusan Gunung Redoubt
Dortmund Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol untuk Kalahkan Hamburg
AC Milan Tundukkan Torino 3-2 dalam Laga Sengit di San Siro
Tiga Anak di Jombang Terluka Parah Akibat Petasan Rakitan, Satu Harus Diamputasi