Sabtu siang di Lapangan Desa Tuksongo, suasana hening sejenak menggantikan riuh rendah. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono berdiri di tengah ratusan warga, matanya menatap ke arah yang sama: Sumatera. Di sana, banjir dan longsor baru saja merenggut ketenangan. Bersama-sama, mereka memanjatkan doa untuk saudara-saudara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Mari kita doakan. Mereka adalah saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air,” seru Agus Jabo, suaranya lantang namun terasa berat.
Ia tak hanya mengajak berdoa, tapi juga mengajak untuk bergerak. Menurutnya, bantuan dan doa harus berjalan beriringan. Solidaritas itu, katanya, adalah napas dari bangsa ini.
“Semoga mereka cepat bangkit. Yang meninggal kita doakan supaya mendapatkan tempat terbaik di sisi Gusti Allah, yang sakit segera sembuh, yang kemudian rumahnya terendam bisa tercepatnya dibangun kembali. Mari kita doakan,” sambungnya penuh harap.
Usai menyampaikan pesannya, Agus Jabo mengundang Mbah Rosita, sesepuh desa yang dihormati, untuk memimpin doa bersama. Suara tua yang penuh keyakinan itu pun menggema, mengiringi setiap harapan yang dilantunkan.
“Mugi-mugi doa ni pun makbul,” ujar Agus Jabo sesudahnya, masih dengan ekspresi khidmat. “Saudara-saudara kita yang di Sumatera bisa segera bangkit kembali.”
Momen itu bukanlah kebetulan. Tanggal 20 Desember, hari ketika doa bersama digelar, bertepatan dengan peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN). Agus Jabo melihatnya sebagai keselarasan yang tepat.
“Pada hari ini dalam peringatan HKSN, Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional ini adalah bentuk nyata solidaritas kita,” tuturnya, menekankan bahwa gotong royong adalah nilai yang tak boleh pudar.
Di sisi lain, komitmen pemerintah melalui Kementerian Sosial juga ditegaskannya. Bantuan logistik dan layanan tentu penting, tapi yang lebih utama adalah menguatkan pondasi kemanusiaan itu sendiri. Kehadiran negara dalam setiap duka bencana, kata dia, harus terasa hingga ke pelosok, tak sekadar lewat barang, tapi juga lewat empati yang tulus.
Artikel Terkait
Main Hakim Sendiri Berujung Buntung: Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka
Persoalan Kertas yang Merenggut Nyawa: Bocah 10 Tahun Bunuh Diri Usai Keluarga Tak Kebagian Bansos
Akhir Tragis Sang Raja Penipuan Online di Perbatasan Myanmar
KPK Bergerak Lagi, OTT Sasar Pejabat Bea Cukai