Bogor – Meriahnya kejuaraan pencak silat nasional, UIKA Championship ke-2, akhirnya resmi ditutup. Acara yang digelar di Gymnasium Vokasi IPB pada Ahad (7/12/2025) itu merupakan hasil kolaborasi UKM Merpati Putih Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor dengan IPSI.
Penutupan dilakukan langsung oleh Wakil Rektor UIKA, Hambari, MA., Ph.D. Dalam kesempatan itu, dia tak segan memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya gelaran ini.
“Kami di UIKA sangat bangga,” ujarnya.
Hambari menekankan, acara ini lebih dari sekadar kompetisi belaka. Menurutnya, ini adalah ruang untuk memperkuat tali persaudaraan antar pesilat dari berbagai penjuru, bahkan dari luar negeri. UIKA sendiri, kata dia, berkomitmen penuh mendukung pengembangan olahraga budaya ini hingga ke level internasional.
Di sisi lain, Ketua Panitia, Muhamad Hasbi Haetami, tampak lega dan bersyukur. Rasa terima kasihnya ditujukan kepada semua pihak yang terlibat, mulai dari IPSI, official, wasit, hingga panitia dan peserta yang berjuang.
Angkanya cukup mencengangkan. Sekitar 900 peserta dari sepuluh provinsi di Indonesia memadati venue. Yang bikin tambah semarak, ada juga delegasi dari Malaysia dan Jepang yang turut ambil bagian. Suasana persaingannya terasa benar-benar berbeda.
“Antusiasmenya luar biasa,” kata Hasbi.
Melihat respons positif itu, dia sudah menatap lebih jauh. Targetnya, tahun depan UIKA Championship bakal naik kelas menjadi kejuaraan internasional. Persiapan pun sudah mulai digarap dengan menjalin komunikasi ke berbagai perguruan tinggi dan komunitas silat di luar negeri.
Acara yang berjalan beberapa hari itu berhasil menampilkan pertandingan yang ketat namun penuh sportivitas. Bagi peserta mancanegara, ini jadi ajang yang pas untuk mengenal lebih dekat budaya pencak silat Indonesia. Momen penutupan diwarnai atraksi memukau dari atlet muda dan tentu saja, penyerahan penghargaan kepada para juara.
Dengan ditutupnya gelaran 2025 ini, harapannya jelas. UIKA Bogor ingin event ini jadi agenda tahunan yang makin besar pengaruhnya. Lebih dari itu, ini diharapkan bisa menjadi batu loncatan bagi lahirnya bibit-bibit pesilat tangguh yang suatu hari nanti mampu mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.
Artikel Terkait
DPR Desak Evaluasi Total Izin Taksi Green SM Usai Kecelakaan Maut di Stasiun Bekasi Timur
Kejari Gowa Banding Vonis Bebas Tiga Terdakwa Korupsi Dana JKN Rp3,3 Miliar
Harga Emas di Pegadaian Turun, Galeri24 dan UBS Kompak Melemah
Ratusan Warga Takalar Rusak Pagar Kantor Bupati, Tolak Pembangunan Kawasan Industri Laikang