Di Gedung Graha Aviasi Bandara Sultan Syarif Kasim II, Selasa lalu, Pemerintah Kota Pekanbaru tak segan mengucapkan terima kasih. Apresiasi itu ditujukan kepada PT Angkasa Pura II, yang lewat program CSR-nya menyalurkan bantuan khusus untuk 150 balita. Mereka adalah anak-anak penderita stunting atau yang berisiko mengalaminya, berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi paling memprihatinkan di 15 kecamatan.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, tampak hadir dalam kesempatan itu. Ia menyampaikan rasa syukurnya.
“Terima kasih kami ucapkan kepada PT Angkasa Pura II. Bantuan ini sangat berarti bagi upaya kami menekan angka stunting di kota ini,” kata Markarius.
Sebenarnya, data balita stunting sudah lama dimiliki pemko. Selama ini, intervensi berupa bantuan gizi pun telah berjalan. Namun begitu, kehadiran dukungan dari pihak swasta seperti Angkasa Pura II dinilai bisa memperkuat langkah yang sudah ada. Bantuan tambahan ini diharapkan bisa menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan.
Markarius kemudian menjelaskan lebih rinci. Kriteria penerima bantuan sengaja dipilih dari keluarga dengan kondisi paling sulit. Tujuannya jelas: memberikan tambahan asupan gizi yang mungkin tak terjangkau oleh mereka.
“Anak-anak itu sudah dalam intervensi kami. Dengan bantuan Angkasa Pura II, 150 balita dari keluarga paling terdampak bisa mendapat tambahan gizi yang lebih baik,” ungkapnya.
Di sisi lain, harapannya tak berhenti di situ. Pemerintah kota berharap langkah baik ini bisa memantik perusahaan lain, baik BUMN maupun BUMD, untuk turut serta. Isu stunting butuh penanganan serius dan kolaborasi dari banyak pihak.
Markarius menutup pernyataannya dengan harapan.
“Mudah-mudahan ini menginspirasi perusahaan lain. Mari bersama-sama mendukung penanganan stunting di Pekanbaru.”
Acara itu sendiri berlangsung sederhana, namun pesannya terdengar jelas. Upaya mengatasi stunting di kota ini memerlukan uluran tangan dari berbagai sisi, dan bantuan hari itu adalah sebuah langkah awal yang disambut hangat.
Artikel Terkait
PSG Vs Bayern Munich di Semifinal Liga Champions, Laga Final Dini yang Diprediksi Ketat
Tiga Sipir Lapas Blitar Diduga Jual Beli Kamar Sel Khusus hingga Rp100 Juta per Napi
Tim Uber Indonesia Kunci Juara Grup C Usai Comeback Dramatis Lawan Chinese Taipei
Polda Papua Bongkar Praktik Ilegal BBM Subsidi di Merauke, Negara Rugi Hingga Rp197 Juta