Prabowo di HUT Golkar: Rakyat Sudah Tahu, Mana yang Kerja, Mana yang Cuma Omon-omon

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 00:00 WIB
Prabowo di HUT Golkar: Rakyat Sudah Tahu, Mana yang Kerja, Mana yang Cuma Omon-omon

Ribuan kader memenuhi Istora Senayan, Jumat kemarin. Suasana riuh, penuh semangat. Di atas panggung, Presiden Prabowo Subianto berdiri untuk menyampaikan pidato dalam peringatan HUT ke-61 Partai Golkar. Tapi acara ini jelas lebih dari sekadar ulang tahun partai. Ini adalah panggung politik nasional, dan Prabowo memanfaatkannya dengan baik.

Inti pesannya sederhana tapi tegas: rakyat mulai bisa membedakan mana pemimpin yang benar-benar bekerja, dan mana yang cuma pandai bicara.

"Rakyat kita mengerti," ujarnya, disambut sorak hadirin.

"Mereka tahu siapa yang bekerja dan siapa yang hanya bisa omon-omon aja."

Kalimat itu, yang diucapkan dengan nada khasnya, langsung menyasar mereka yang kerap mengejek pemerintah. Menurut Prabowo, kritik itu sah-sah saja. Namun, yang jadi soal adalah ketika kritik itu tidak diimbangi dengan bukti kerja nyata di lapangan. Ia menyoroti kelompok yang suka mencibir kebijakan pemerintah, mulai dari pengadaan alutsista hingga penanganan bencana.

“Ada orang-orang yang pintar bicara, ngejek, mencari kesalahan terus,” lanjutnya.

Suaranya terdengar lantang.

“Tapi tidak bisa membuat jembatan, tidak bisa menciptakan lapangan kerja, tidak bisa menjamin beras ada, tidak bisa menjamin elpiji ada, tidak bisa menjamin BBM ada.”

Poinnya jelas. Bagi Prabowo, kepemimpinan diukur dari hasil konkret yang dirasakan publik, bukan dari retorika yang indah. Di sisi lain, ia menegaskan bahwa semua kebijakan yang diambilnya semata-mata untuk rakyat. Bukan untuk kelompok atau golongan tertentu.

“Bagi saya, satu-satunya masalah adalah apakah ini menguntungkan rakyat atau tidak,” tandasnya.

Pernyataan ini disampaikan di tengah situasi harga kebutuhan pokok yang terus dipantau ketat. Sebagai gambaran, data terbaru menunjukkan harga beras premium nasional ada di kisaran Rp15.329 per kilogram. Sementara untuk beras medium, harganya sekitar Rp13.252 per kilogram.

Di sektor energi, harga BBM nonsubsidi juga telah disesuaikan. Di SPBU, Pertalite dijual Rp10.000 per liter, Pertamax Rp12.750, dan Pertamina Dex mencapai Rp15.000 per liter. Angka-angka ini, meski tak disebutkan langsung dalam pidato, menjadi konteks nyata dari pernyataan 'menjamin ketersediaan' yang ia sampaikan.

Pidato itu pun berakhir. Namun pesannya menggema. Prabowo tampak ingin menegaskan bahwa di mata publik, kerja nyata akan selalu lebih berbicara daripada sekadar omong kosong.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar