Gelondongan kayu yang ikut terseret banjir bandang di Sumatera kini jadi perhatian serius. Polri tak main-main, mereka langsung membentuk satuan tugas gabungan dengan Kementerian Kehutanan untuk mengusut asal-usul kayu-kayu itu.
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengonfirmasi langkah ini di Mabes Polri, Jakarta, Kamis lalu.
"Kami menyambut baik dan akan melakukan kerja sama dengan Menteri Kehutanan dan tim untuk membentuk satgas gabungan. Tujuannya jelas, untuk menyelidiki temuan-temuan kayu tersebut," ujar Sigit.
Menurutnya, tim sudah diterjunkan ke lokasi bencana. Hasil sementara cukup menarik: ada sejumlah kayu yang menunjukkan bekas potongan buatan manusia, bukan sekadar patah secara alami.
"Jadi yang jelas dari temuan tim di lapangan ada berbagai jenis kayu. Namun begitu, kita dapati ada beberapa yang ada bekas potongan dari chainsaw. Nah, itu yang akan kita dalami," tegas Sigit.
Penyelidikan tak cuma berhenti di situ. Pihak kepolisian berencana menelusuri aliran sungai. Mereka ingin melacak dari mana sebenarnya kayu-kayu gelondongan itu berasal.
"Tim sedang turun nanti bersama-sama dengan tim dari kehutanan. Kita akan menyusuri daerah aliran sungai yang terdampak, dari hulu sampai hilir," ungkap dia.
Langkah ini menunjukkan keseriusan aparat. Banjir bandang yang merusak itu ternyata menyimpan misteri lain, dan jawabannya mungkin tersembunyi di balik gelondongan kayu yang ikut hanyut.
Artikel Terkait
Mahfud MD: Kritik Inflasi Pengamat Tak Tepat, Justru Inflasi Pejabat yang Perlu Dibahas
BMKG: Hujan Ringan hingga Sedang Guyur Makassar Sepanjang Hari, Warga Diimbau Waspada
Unhas Kukuhkan Kembali Prof. Jamaluddin Jompa sebagai Rektor Periode 2026-2030
Riset 150 Tahun Ungkap Generasi Z dan Milenial Lebih Bodoh dari Pendahulunya, Ilmuwan Sebut Malapetaka Kognitif