Akses Vital Sumut Mulai Pulih Usai Diterjang Longsor

- Selasa, 02 Desember 2025 | 16:25 WIB
Akses Vital Sumut Mulai Pulih Usai Diterjang Longsor

JAKARTA – Hujan ekstrem yang mengguyur Sumatera Utara sempat memutus sejumlah jalur vital. Tapi kini, ada kabar baik. Akses dari Tarutung menuju Sibolga dan Padang Sidempuan perlahan mulai bisa dilalui lagi. Pemerintah berhasil membuka kembali jalan-jalan utama yang sebelumnya tertimbun longsor.

Menurut Abdul Muhari dari BNPB, beberapa ruas jalan yang tertutup material longsor telah dibersihkan. Upaya pembersihan ini dilakukan dengan kombinasi alat berat dan tenaga manual.

“Salah satunya terlihat di jalur Tarutung menuju Padang Sidempuan, yang sebelumnya terputus karena tertimbun material longsor,”

ujar Abdul dalam keterangannya, Selasa (2/12/2025).

Pantauan lapangan sehari sebelumnya menunjukkan pemandangan yang cukup intens. Di jalan lintas Tarutung KM 12M, tepatnya di wilayah Dusun Bupayung hingga Batu Jomba, sejumlah ekskavator dan buldozer dikerahkan habis-habisan. Di titik lain, petugas dengan sekop dan pacul bekerja membersihkan sisa-sisa material. Hasilnya? Sudah ada 11 titik yang bisa dilewati, meski dengan kecepatan rendah dan hati-hati.

“Dari proses pembukaan jalur ini sudah ada 11 titik yang kini dapat dilalui oleh jenis kendaraan tertentu dengan kecepatan terbatas. Sisanya, hanya tinggal beberapa titik saja yang ditargetkan akan dapat pulih dalam waktu yang tak begitu lama,”

tambahnya.

Keberhasilan serupa juga terjadi di jalur Tarutung–Sibolga. Akses yang macet total kini sudah bisa ditembus hingga ke depan Kantor Desa Sibalanga. Ini tentu angin segar.

Dengan terbukanya jalan, distribusi bantuan logistik ke pengungsian akhirnya bisa lebih lancar. Tak cuma itu, tim SAR juga diuntungkan. Mereka kini bisa menjangkau lokasi dengan armada yang lebih memadai.

"Usai akses mulai terbuka, distribusi logistik kepada warga terdampak di pengungsian pun dapat dilengkapi sesuai kebutuhan. Di samping itu, terjangkaunya akses ini juga memudahkan tim operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) dalam melakukan tugasnya dengan armada yang lebih lengkap,”

jelas Abdul.

Namun begitu, gambaran besar dampak bencana ini tetap suram. Sebelumnya, BNPB melaporkan korban jiwa mencapai 631 orang, dengan 472 lainnya masih dinyatakan hilang. Banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar ini juga melukai 2.600 orang. Yang terdampak mencapai 3,3 juta jiwa, dan sekitar 1 juta orang terpaksa mengungsi.

Kerusakan infrastrukturnya pun luar biasa parah. Ribuan rumah hancur atau rusak, mulai dari tingkat berat hingga ringan. Tak kurang dari 322 sekolah dan 277 jembatan juga ikut menjadi korban, memperlihatkan betapa dahsyatnya musibah yang melanda wilayah itu.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar