Rocky Gerung dan Menkop Buka Suara soal Aliansi Baru Buruh-Koperasi

- Minggu, 30 November 2025 | 20:25 WIB
Rocky Gerung dan Menkop Buka Suara soal Aliansi Baru Buruh-Koperasi

Rocky Gerung dan Menteri Koperasi Bicara Soal Gerakan Buruh dan Koperasi

Acaranya sederhana, cuma musyawarah unit kerja di PT Yamaha Music Manufacturing Indonesia (YMMI). Tapi yang bikin berbeda, acara Sabtu (29/11/2025) di Kabupaten Bogor itu justru dihadiri sederet tokoh buruh provinsi hingga nasional dari berbagai organisasi. Bahkan yang mengejutkan, Rocky Gerung dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono hadir memberi perspektif segar tentang gerakan koperasi dan buruh.

Selain mereka, hadir juga Presiden Direktur YMMI Kenichi Tsucia, Direktur SDM Chilmar, dan Ketua PUK LEM SPSI Gora Alfred FM. Dari kalangan buruh, ada Wahidin (PPMI), Sunarno (KASBI), Rudi HB Daman (GSBI), Sunarti (SBSI 92), serta Jumhur Hidayat dari KSPSI.

Ferry Juliantono datang setelah sebelumnya mengonsolidasikan 100 desa untuk program Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Bogor. Menurutnya, saat ini sedang terjadi pergeseran paradigma ekonomi dari yang kapitalistik menuju ke arah yang lebih kerakyatan.

“Pergeseran paradigma ini sudah digariskan oleh Presiden Prabowo. Ini tugas ideologis yang diberikan kepada saya sebagai Menkop, dan berkat dukungan penuh dari beliau, berbagai hambatan bisa kami atasi,” ujar Ferry.

Dia melanjutkan, masyarakat desa harus lebih produktif lewat koperasi. Segala hal yang bisa meningkatkan produktivitas, menambah pendapatan, dan menyerap tenaga kerja harus didukung penuh. Makanya pemerintah sekarang gencar mendorong dan memfasilitasi Koperasi Desa Merah Putih.

“Koperasi ini nanti bisa jadi koperasi produksi, distribusi, atau simpan pinjam untuk tekan rentenir. Rencananya akan ada lebih dari 80 ribu gudang dan outlet yang dilengkapi alat penyimpan hasil panen mulai dari sayur, buah, sampai hasil tangkapan ikan di desa pesisir,” tegasnya.

Di sisi lain, Rocky Gerung menyoroti relasi buruh dan pengusaha. Menurut dia, perjanjian antara keduanya bukan cuma soal ekonomi, tapi juga perjanjian sosial. Artinya, kalau rasa keadilan sudah tak ada, protes sosial dari buruh bisa membatalkannya.

Sepemikiran dengan Menkop, Rocky yang kerap dijuluki filsuf juga menekankan bahwa buruh dan koperasi adalah sebuah gerakan. Dan gerakan ini, jika berhasil, bisa mengubah paradigma pembangunan yang tadinya individual-kapitalistik jadi lebih kerakyatan atau sosialistik.

Ketika menyoroti Menteri Keuangan Purbaya Sadewa yang ingin ekonomi bangkit, Rocky bilang Purbaya benar dalam satu hal: di tengah kondisi ekonomi yang lesu, rakyat jangan dibebani pajak. Tapi, menurut Rocky, tidak cuma sampai di situ. Kebijakan Purbaya harus bisa menciptakan harapan.

“Harapan itu adalah kebijakan yang menumbuhkan industri secara sehat, bukan jadi bancakan partai politik. Industri adalah motor pertumbuhan, sementara koperasi harus diaktifkan bukan cuma numpang lewat. Koperasi harus jadi entitas penuh, bukan sekadar catatan kaki dari industrialisasi,” pungkas Rocky.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar