Dompet Dhuafa Ajak Konten Kreator Saksikan Penyaluran Zakat ke Muslim Samosir

- Rabu, 26 November 2025 | 00:18 WIB
Dompet Dhuafa Ajak Konten Kreator Saksikan Penyaluran Zakat ke Muslim Samosir

Pada hari Selasa (25/11), Dompet Dhuafa menyalurkan bantuan sembako bagi komunitas muslim minoritas di Desa Tambun Sungkean, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir. Bantuan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan bertajuk "Heartventure" yang akan berlangsung dua hari ke depan.

Ika Atika, Officer Media Optimation Dompet Dhuafa, menjelaskan lebih detail saat ditemui di Samosir. Menurutnya, kegiatan ini akan melibatkan sejumlah konten kreator dan influencer dari Medan.

"Para konten kreator akan berkumpul di sini tanggal 26 dan 27 nanti. Ada yang khusus dari Medan, plus beberapa influencer. Pusat kegiatannya nanti di Masjid Nurul Iman," ujar Ika.

Ia menambahkan, "Intinya, kegiatan ini berisi kebaikan-kebaikan yang akan dilakukan oleh para konten kreator tersebut."

Di sisi lain, Ika menekankan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian terhadap kondisi muslim minoritas di pelosok Samosir. Lokasinya yang terpencil dan kondisinya yang memprihatinkan menjadi perhatian khusus.

"Penerima manfaatnya benar-benar di pelosok, daerah minoritas muslim. Semua dana berasal dari zakat yang dihimpun dari para donatur," jelasnya.

Alasan melibatkan konten kreator dan influencer punya tujuan strategis. Ika berharap mereka bisa menyaksikan langsung proses penyaluran dana zakat hingga ke tangan penerima.

"Mungkin para donatur penasaran, dana zakatnya dikemanakan? Makanya kita bawa influencer dan konten kreator untuk melihat langsung penyalurannya," imbuh Ika.

Kegiatan ini didampingi oleh Muhammad Syakban (32), penceramah asal Lubuk Pakam, Deli Serdang yang sudah delapan tahun mengabdi di desa tersebut. Sejak 2016, ia konsisten mendakwahkan islam di kalangan minoritas.

Syakban bercerita tentang metode dakwahnya yang menyesuaikan kondisi setempat. "Kita lebih banyak mendatangi rumah-rumah. Soalnya jemaah rumahnya jauh-jauh, ada yang bahkan tidak punya kendaraan," ujarnya.

Materi dakwah yang diberikan masih sangat dasar, mengingat pemahaman agama warga yang masih terbatas. Di kampung dengan 40 KK muslim ini, Syakban fokus pada hal-hal praktis.

"Mereka diajari salat, baca Al-Quran, taharah, bersuci. Hal-hal dasar yang masih perlu disampaikan di sini," katanya.

"Latar belakang mereka memang belum pernah belajar agama sama sekali," lanjut Syakban.

Kehadiran program Dompet Dhuafa ini disambut gembira. Syakban mengaku senang dengan perhatian yang diberikan kepada jemaahnya.

"Senang sekali. Dompet Dhuafa peduli dengan muslim di Samosir. Perhatiannya untuk anak mengaji, ibu-ibu lansia, dan bapak-bapak. Alhamdulillah, sudah banyak bantuan yang diberikan," ucap Syakban dengan nada haru.

Perasaan senasib diungkapkan Nerli Boru Butar Butar (49), salah satu penerima bantuan. Perempuan paruh baya ini menyampaikan terima kasihnya.

"Saya berterima kasih kepada bapak ustaz, semua yang datang dari Jakarta. Terima kasih banyak, sebesar-besarnya," pungkasnya dengan suara bergetar.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar