MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, tak menunggu lama. Begitu laporan banjir bandang dan longsor berdatangan dari sejumlah wilayah, bantuan logistik segera dikirimkan. Ini terjadi Selasa lalu, menarget daerah-daerah yang porak-poranda seperti Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Mandailing Natal. Tujuannya jelas: percepat penanganan di lapangan. Tak hanya itu, rencana peninjauan langsung juga sedang disiapkan oleh Pemprov Sumut.
Bantuan yang digelontorkan termasuk barang-barang pokok. Ada satu ton minyak goreng, lima ratus kilogram gula, serta lima ratus kotak teh celup. Selain itu, ada 20 ribu bungkus mi instan dan seribu kaleng ikan sarden yang ikut dikirim. Semua paket darurat itu dialirkan ke empat kabupaten dan kota yang terdampak bencana.
Bobby sendiri mengaku sudah mendapat informasi langsung dari lapangan.
"Sudah (mendapat informasi), di Tapsel, tadi di Tapanuli Tengah, dan dilaporkan Pak Bupati nelpon secara langsung, di Tapteng ada korban jiwa, tadi saya sampaikan tolong dimonitor terus kondisinya, utamakan keselamatan masyarakat, mungkin beberapa hari ke depan saya bisa melihat ke sana langsung," ujarnya usai menghadiri acara penanaman cabai di Batubara.
Di sisi lain, koordinasi antar pihak terkait terus digenjot. Menurut Bobby, kunjungan lapangan memang penting untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat.
Dia juga mengingatkan soal peringatan dari BMKG. November hingga Desember ini diprediksi bakal dihujani dengan intensitas yang sangat tinggi. Karena itu, Bobby sudah memerintahkan jajarannya, mulai dari kepala daerah hingga perangkat daerah, untuk memperkuat langkah-langkah mitigasi.
“Agar bisa dilakukan penanganan dan penanggulangan secara dini dan cepat,” tegasnya.
Ke depan, Bobby berharap para kepala daerah lebih sigap. Mereka harus paham betul potensi bencana di wilayahnya masing-masing.
“Kalau kami undang mohon hadir, tolong dimitigasi, tolong disampaikan kepada masyarakat, ini yang perlu dilakukan kepala daerahnya,” pesan Bobby.
Intinya, komunikasi risiko yang efektif jadi kunci. Dengan bantuan logistik yang sudah dikirim dan arahan mitigasi yang diberikan, penanganan bencana di Sumut diharapkan berjalan lebih lancar. Yang paling utama, keselamatan warga di daerah terdampak tetap jadi prioritas nomor satu.
Artikel Terkait
Salurkan 88 Ekor Sapi Kurban, Anggota DPR Kawendra Lukistian Wujudkan Arahan Presiden Prabowo di Jember dan Lumajang
Pemerintah Respons Anjloknya Harga TBS Sawit, Buka Masa Transisi Kebijakan Ekspor Satu Pintu hingga Agustus 2026
KPK Periksa Enam Saksi Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokmas Jatim yang Seret Wakil Ketua DPRD
Como 1907 Cetak Sejarah, Lolos ke Liga Champions untuk Pertama Kalinya dalam 119 Tahun