"'Buat benar lah, Pak'," jawab Arum waktu itu.
"'Oke, kalau mau buat benar, sekarang kapan mau mengurus nikah?'. Saya bilang," tutur Tugimin mengulang percakapan mereka.
Sebagai syarat, Tugimin meminta Alex yang saat itu masih beragama Katolik untuk memeluk Islam. Alex menyetujui, menjadi mualaf, dan akhirnya menikah dengan Arum di KUA Kecamatan Pesanggrahan. "Dia mau menikah dengan anak saya, agama Islam. Dan dia mau masuk Islam tanpa ada paksaannya," tegasnya.
Namun begitu, pernikahan mereka tak kunjung dikaruniai anak. Awan gelap mulai menyelimuti ketika Arum memaksa untuk bekerja di Malaysia, sebuah rencana yang tak diizinkan Alex. Tapi Arum nekat berangkat.
Dari sinilah masalah mulai meruncing. Alex terus meminta istrinya pulang, bahkan menuduhnya berselingkuh dengan pria lain. Menurut sejumlah informasi yang beredar, tuduhan inilah yang diduga menjadi motif kuat di balik penculikan dan pembunuhan Alvaro sebuah bentuk balas dendam terhadap sang ibu.
"Awalnya kita gak tahu, setelah ada berita penangkapan, interogasi, akhirnya saya ada bocoran. Dari bocoran itu ada yang memberitahukan bahwa ada motif-motif. Intisarinya, dendam sama ibunya," papar Tugimin dengan nada getir.
Nasib malang akhirnya menimpa Alvaro. Jasadnya yang sudah menjadi kerangka ditemukan di Kali Cirewet, Kabupaten Bogor, pada sebuah Minggu yang kelam. Tak lama setelah penemuan itu, polisi berhasil menangkap Alex. Namun, cerita tak berakhir di sana. Alex dikabarkan meninggal dunia karena bunuh diri di dalam tahanan Polres Metro Jakarta Selatan, menutup tragedi ini dengan sebuah akhir yang tak kalah tragis.
Artikel Terkait
Gen Halal Championship 2025 Cetak 45 Finalis, Bukti Gaya Hidup Halal Kian Digandrungi Pelajar
Heboh Video 1 Menit 50 Detik, Teh Pucuk Harum Jadi Misteri yang Picu Bahaya Phising
Parlemen Iran Ancam AS dan Israel Jadi Sasaran Balasan Militer
Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan di Sumatera