Tangis Alvaro Berakhir Tragis di Tangan Ayah Tiri

- Senin, 24 November 2025 | 14:18 WIB
Tangis Alvaro Berakhir Tragis di Tangan Ayah Tiri

Sudah delapan bulan berlalu sejak Alvaro Kiano Nugroho yang masih berusia enam tahun itu menghilang. Kini, kabar buruk akhirnya tiba. Bocah malang itu ditemukan tewas, dan terduga pelaku utamanya justru orang terdekat: ayah tirinya sendiri, Alex Iskandar.

Nenek Alvaro, Sayem, dengan suara lirih menceritakan informasi yang dia terima dari polisi. Rupanya, sehari sebelum Alvaro dinyatakan hilang, tepatnya 7 Maret 2025, Alex datang menjemputnya.

Waktu itu Alvaro sedang asyik bermain di halaman masjid dekat rumah mereka. Menurut Sayem, Alex punya umpan. "Katanya, sih, dari Pak polisi itu tanggal 7-nya (7 Maret). Karena anak itu kan dijemput di masjid mau diperjanjikan dibeliin mainan. Langsung dibawa pulang, makanya mau," ucap Sayem kepada wartawan di rumahnya di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (24/11).

Namun, suasana berubah drastis keesokan harinya, tanggal 8 Maret. Alvaro menangis merengek mencari sang kakek. Rupanya, tangisan itu memicu amarah Alex.

Dia kemudian membekap mulut bocah itu dengan handuk, hingga Alvaro tak lagi bernapas.

"Mungkin katanya Alex kesal, gitu. Terus dikep (dibekap) pakai handuk mulutnya. Terus Alex sendiri ngomong kalau itu tuh enggak sengaja, gitu. Maksudnya cuma ini kok ternyata udah enggak ada, katanya," jelas Sayem, mencoba menyampaikan alasan yang diberikan Alex.

Sadar apa yang telah diperbuatnya, Alex panik. Darahnya sudah dingin. Alih-alih meminta pertolongan, dia justru membawa jenazah Alvaro ke rumah adiknya di Bogor.

"Terus dibawa, dititipin di adiknya di daerah Bogor, katanya. Dalam keadaan sudah ditemukan. Tapi itu pun juga nyuruh orang, enggak dia sendiri. Takut ketahuan apa-apa," kata Sayem.

Rencana itu tak berjalan mulus. Sang adik menolak mentah-mentah.

"Terus nanti adiknya, sih, kena, katanya. Soalnya dititipin mayat enggak mau. Terus begitu paginya dibawa, katanya, ada yang ngomong tetangga, ini kok udah bau apaan, katanya. Ini mah bangkai anjing, katanya. Padahal itu Alvaro," terangnya dengan pilu.

Untuk menutupi bukti, jenazah Alvaro yang malang kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik. Tapi Alex masih takut.

"Disimpan di plastik. Tapi begitu udah ini, diganti lagi sama dia. Soalnya sidik jarinya kan udah ada sih. Itu nyuruh orang dulu. Baru dia ganti pakai kaus tangan, katanya," tutur Sayem mengakhiri kisah tragis itu.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar