Nasib Naas Pemulung di Bekasi Usai Gerinda Mortir Bekas

- Senin, 24 November 2025 | 09:30 WIB
Nasib Naas Pemulung di Bekasi Usai Gerinda Mortir Bekas
Ledakan Mortir di Bekasi

Suara Ledakan yang Mematikan di Kampung Bahagia

Suara dentuman keras tiba-tiba memecah kesunyian Minggu sore di Kampung Ujung Harapan, Babelan, Bekasi. Warga yang sedang bersantai langsung panik, berhamburan keluar rumah mencari sumber suara menggelegar itu.

Dalam hitungan menit, terungkaplah sumber kepanikan. Seorang pemulung bernama Dayat (30) ditemukan tak bernyawa di belakang sebuah rumah. Tubuhnya tergeletak tak bergerak, dikelilingi serpihan-serpihan logam yang berserakan.

Menurut Kapolsek Babelan, Kompol Wito, benda yang meledak adalah sebuah mortir yang ditemukan korban saat sedang memulung dini hari sebelumnya. Dayat yang bekerja bergantian dengan ayahnya itu membawa benda mencurigakan itu pulang.

"Dia dapat barang itu saat memulung malam sebelumnya. Rencananya mau dibongkar pakai gerinda di rumah mertuanya untuk diambil kuningannya," jelas Wito, Senin (24/11).

Sekitar pukul 14.30 WIB, ketika Dayat mulai memotong mortir itu, benda tersebut meledak dengan dahsyat. Korban tewas seketika akibat luka parah di sekujur tubuhnya. Suaranya begitu keras sampai membuat seluruh kampung gempar.

Pasca kejadian, aparat Polsek Babelan langsung bergerak cepat. Mereka mengerahkan tim Jibom dan inafis untuk menyisir area. Personel Brimob dan Polres Metro Bekasi juga datang memastikan tidak ada lagi benda berbahaya di lokasi.

"Alhamdulillah lokasi sudah steril. Tidak ada korban lain dan tidak ada lagi barang berbahaya. Tim sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh," pungkas Wito menegaskan.

Dugaan Awal: Tabung Gas Meledak

Kholid (42), warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi, mengaku menjadi salah satu saksi mata pertama.

"Suaranya bener-bener keras, 'duar' gitu. Saya kira ada tabung gas meledak atau mungkin gardu listrik," kenangnya.

"Begitu mendekat dan lihat korban sudah tergeletak, saya langsung mundur. Ngeri sekali," tambah Kholid dengan suara bergetar.

Sementara itu, Jeje, tukang galon yang kebetulan berada di sekitar lokasi, memberikan kesaksian lain. Ia melihat gumpalan asap hitam membubung setelah dentuman terdengar.

"Jam dua lebih sedikit saya dengar ledakan keras. Lalu lihat asap hitam. Saat mendekat, korban sudah ditutupi petugas," ujar Jeje.

Dia memperkirakan ledakan terjadi karena korban menggerinda mortir bekas yang ditemukannya. "Mungkin karena gesekan yang menghasilkan panas, akhirnya meledak. Sayang sekali, dia mungkin tidak tahu betapa berbahayanya benda itu."

Keluarga Dekat Selamat

Yang membuat ngeri, saat ledakan terjadi, istri korban dan seorang iparnya yang masih berusia sekitar 10 tahun berada tak jauh dari lokasi. Syukurlah, keduanya selamat tanpa luka berarti.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih menyelidiki asal-usul mortir tersebut dan bagaimana bisa sampai berada di permukiman warga. Sebuah pertanyaan yang masih menggantung, menunggu jawaban.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar