Di sisi lain, Habib Rizieq juga mengingatkan agar dakwah dilihat sebagai sebuah perjuangan, bukan ajang berdagang.
"Jadikan aktivitas dakwah itu sebagai perjuangan hidup kita, way of life, jangan jadikan dakwah itu sebagai bisnis perdagangan," tegasnya. Ia menyoroti fenomena dimana tidak sedikit dai yang mematok tarif saat diundang berceramah. Menurutnya, hal seperti ini tak boleh terjadi.
"Jangan sekali-kali memberikan atau mematok harga untuk dakwah. Kalau diundang ceramah terus bicara soal duit, haram hukumnya."
Namun begitu, ia memberi catatan. Menerima hadiah setelah berdakwah itu diperbolehkan, tak peduli nilainya besar atau kecil. Yang dilarang adalah menetapkan tarif di awal.
Penegasannya jelas: jika dakwah sudah dijadikan bisnis, hilanglah keberkahan dan pengaruhnya. Pesan dakwah semacam itu tak akan pernah menyentuh hati masyarakat secara mendalam.
Artikel Terkait
Gubernur Sulsel Resmi Buka MTQ ke-34, Diikuti 1.044 Peserta
Tiket Konser LANY di Jakarta Dibuka, Harga Mulai Rp850 Ribu
Makassar Berpotensi Hujan Ringan Siang Ini, Suhu Capai 34 Derajat Celsius
Pertamina Enduro Juara Proliga Usai Drama Lima Set Melawan PLN