John Micklethwait, sang Pimpinan Redaksi Bloomberg, ternyata melakukan sedikit kecerobohan saat mengumumkan nama-nama anggota Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy. Yang salah diucapkan bukan sembarang orang, melainkan Presiden Indonesia, Joko Widodo.
Alih-alih menyebut "Widodo", Micklethwait menyebutnya "Joko Wikodo". Kekeliruan ini langsung terekam dalam video pengumuman resmi yang diunggah oleh Bloomberg New Economy sendiri. Lumayan membuat geleng-geleng.
Dalam tayangan itu, Micklethwait sedang memperkenalkan para anggota dewan penasihat global. Jokowi, yang ditunjuk sebagai anggota kehormatan, disebut namanya tepat setelah Tony Blair, mantan Perdana Menteri Inggris.
Nah, di sinilah salah ucap itu terjadi.
"Next, the former prime minister of the UK, Tony Blair, and the President of Indonesia, Joko Wikodo," ujarnya.
Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy sendiri baru dibentuk pada April 2025. Tujuannya cukup mulia, yaitu membahas berbagai tantangan dan peluang dalam lanskap ekonomi global yang terus berubah.
Selain Jokowi, dewan ini diisi oleh sederet nama besar dari berbagai latar belakang. Ada pemimpin bisnis papan atas, mantan pejabat pemerintahan, dan juga perwakilan dari organisasi multilateral. Jadi, komposisinya memang benar-benar dirancang untuk kelas berat.
Namun begitu, kesalahan sepele penyebutan nama ini mengingatkan kita bahwa di balik forum-forum bergengsi sekalipun, sentuhan manusiawi dan kadang salah tetap ada.
Artikel Terkait
Adhisty Zara Resmi Menikah dengan Musisi Tsaqib, Umumkan Kehamilan Anak Pertama
PSG Juara Liga Champions 2026, Momen Kiper Safonov Baca ‘Contekan’ Penalti Arsenal Viral
Puskesmas Tiron di Kediri Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp1 Miliar
Mathew Baker, 17 Tahun, Resmi Masuk Skuad Senior Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni 2026