Langit di sekitar Jembatan Gladak Perak tiba-tiba tak lagi bersahabat. Awan panas guguran dari Gunung Semeru membubung tinggi, memenuhi angkasa di kawasan Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, pada Jumat (21/11) itu. Suasana mencekam langsung menyelimuti daerah aliran sungai di dekat jembatan, yang juga disapu kepulan asap putih tebal.
Akibatnya, aktivitas lalu lintas di Jalan Raya Dampit-Lumajang pun terpaksa lumpuh. Ratusan kendaraan, mulai dari mobil pribadi hingga truk-truk besar, terpaksa berhenti dan mengantre. Para pengemudi tampak ragu, bahkan takut, untuk menerobos kawasan yang dihantui ancaman awan panas itu. Mereka memilih menunggu, memandang waspada ke arah gunung yang masih mengeluarkan amarahnya.
Namun begitu, situasi perlahan mulai berubah. Setelah tensi mereda, kendaraan-kendaraan itu satu per satu memberanikan diri. Mereka kemudian melintas di Jembatan Gladak Perak secara beriringan, dengan hati-hati tentunya.
Meski lalu lintas sudah bergerak, pihak berwajib tak henti-hentinya mengingatkan. Polres Lumajang secara khusus mengimbau masyarakat.
"Kami minta pengendara untuk tidak melintas di kawasan itu, terutama saat terjadi letusan sekunder yang dipicu banjir lahar hujan,"
kutipan itu disampaikan seperti dilaporkan Antara. Peringatan ini jelas bukan tanpa alasan, mengingat betapa tak terduganya gerak-gerik sang gunung.
Artikel Terkait
Mentan Ancam Alihkan Anggaran Daerah yang Tak Serius Cetak Sawah
Komnas HAM Tegaskan Kritik Kebijakan Pemerintah Adalah Hak yang Harus Dijamin
Laporan Ungkap Aliran Dana Terduga Teroris Lewat Binance, Pegawai Penyelidik Malah Diberhentikan
Tren Bukber Ramadan di Makassar Beralih ke Restoran dengan Konsep Estetik