MURIANETWORK.COM – Operasi besar-besaran digelar Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri di kawasan terpencil Aceh. Mereka berhasil memusnahkan ladang ganja yang membentang luas di wilayah Kabupaten Gayo Lues, tepatnya di sekitar Taman Nasional Gunung Leuser dan sejumlah perbukitan. Luasnya mencapai 51,75 hektare. Angka yang fantastis.
Bayangkan saja, jumlah batang ganja yang dimusnahkan mencapai hampir dua juta batang. Tepatnya 1.987.200 batang. Kalau dihitung-hitung, tanaman sebanyak itu bisa menghasilkan ganja kering sekitar 155,2 ton. Itu dengan asumsi 40 persen dari berat basahnya.
Yang menarik, cara para pemilik ladang memantau perkembangan tanamannya cukup unik. Mereka punya dua metode. Beberapa di antaranya menanam ganja di pekarangan rumah sendiri sebagai semacam "indikator". Begitu tanaman di rumah sudah tinggi dan siap panen, mereka perkirakan tanaman di ladang juga sudah besar.
Namun begitu, Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo menjelaskan bahwa tidak semua menggunakan cara itu. "Tidak semua memakai metode menanam ganja di rumah, ada beberapa yang menggunakan metode ini. Namun pada umumnya mereka memantau lokasi penanamannya dari kejauhan," ujarnya, Jumat 21 November 2025.
Setelah dipanen, ganja kemudian dijemur sampai kering. Proses selanjutnya, ganja yang sudah kering itu dikemas dalam karung-karung dan disembunyikan di semak-semak dekat sungai. Nah, ketika ada pesanan datang, barang haram itu dihanyutkan lewat aliran sungai.
"Estimasi waktu perjalanan 4-9 jam melewati sungai," tambah Hyrowo. Cukup lama juga perjalanannya.
Operasi pemusnahan ladang ganja raksasa ini ternyata berawal dari penangkapan dua pengedar di Deli Serdang, Sumatera Utara. Keduanya, Suryansyah (35) dan Hardiansyah (38), diamankan tim Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri yang dipimpin Kombes Handik Zusen dengan Kanit Kompol Bayu Putra Samara. Dari tangan merekalah jejak ladang ganja di Gayo Lues berhasil diungkap.
Artikel Terkait
Pelajar Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob di Tual, Tersangka Sudah Ditahan
Nadiem Makarim Serukan Anak Muda Tak Putus Asa dengan Indonesia di Tengah Sidang Korupsi
Ketua BEM UGM Laporkan Teror Anonim Usai Kritik Pemerintah
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Pick Up India