Namun begitu, kondisi keenam efek tersebut masih dalam proses restruktur. Artinya, nilainya belum maksimal. Kalau dihitung berdasarkan harga saat ini, totalnya hanya sekitar Rp 30 miliar saja. "Kita tunggu saja sampai proses restrukturnya selesai, baru kita jual di harga yang paling optimal," jelas Rony lagi.
Sementara untuk dana tunai Rp 883 miliar, Taspen berencana memutarnya segera. Mereka akan mengoptimalkan dana tersebut lewat instrumen Surat Berharga Negara atau aset lain yang menjanjikan keuntungan investasi lebih tinggi. "Toh kita sudah dapat cash sebesar itu. Mending kita optimalkan," ucapnya.
Rony juga menegaskan bahwa SBN tetap menjadi tulang punggung utama investasi Taspen. Porsinya mencapai 60%. Dengan dana recovery dari KPK ini, menurutnya, target mengembalikan nilai hingga Rp 1 triliun sangat mungkin dicapai dengan cara yang konservatif sekalipun.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Menag Yaqut Tersangka Kasus Kuota Haji
600 Huntara Resmi Diberikan kepada Korban Bencana Aceh Tamiang, Ini Fasilitasnya
Wiyagus Sambangi Sekolah Rakyat di Minahasa, Serukan Semangat Belajar dan Cinta Tanah Air
Menteri Keuangan Ungkap Kecurangan Ekspor Sawit, AI Jadi Senjata Baru