Suasana di Dawuhan Wetan, Lumajang, sungguh memilukan. Sultan Syafaat, yang menjabat sebagai Penjabat Kepala Desa, membenarkan kabar bahwa ratusan ternak warga tewas terpanggang lahar panas dari erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11).
“Korban ternaknya cukup banyak,” ujar Sultan ketika dikonfirmasi pada Kamis (20/11). Ia merinci, “Ada 4 ekor sapi dan 120 ekor kambing atau domba.”
Kondisi bangkai hewan-hewan itu pun beragam. Bahkan, menurut sejumlah saksi, ada yang jasadnya tersangkut di dahan pepohonan, terhempas begitu saja oleh kekuatan awan panas. “Ada yang tersangkut di pepohonan, ada juga yang sudah tertimbun material,” tuturnya lagi.
Di sisi lain, warga juga melaporkan hewan ternak mereka yang selamat namun masih terperangkap dan belum bisa dievakuasi. Menanggapi laporan ini, petugas pun langsung bergerak cepat. Sultan mengatakan bahwa tim gabungan dari Dinas Peternakan beserta dokter hewan segera diturunkan ke lokasi yang dinilai aman untuk melakukan pengecekan dan evakuasi.
Sementara itu, situasi pengungsian juga terus berlanjut. Hingga berita ini diturunkan, tercatat sudah sekitar 900 warga yang mengungsi. Hal ini wajar mengingat status Gunung Semeru masih bertahan di Level IV atau Awas, sehingga ancaman masih sangat nyata.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Hibahkan Sapi Kurban 1,5 Ton untuk Warga Bone
Maroko Umumkan 26 Pemain untuk Piala Dunia 2026, Siap Hadapi Brasil di Grup C
Maya Denham Resmi Pegang Paspor Indonesia, Talenta Muda Keturunan Siap Perkuat Timnas Putri
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026, Ini Amalan Sunnah Sebelum Shalat