"Kami mengetahui ada rencana pengembangan kawasan ini untuk mendukung pariwisata. Akan dibangun hotel-hotel berkualitas dan fasilitas pendukung. Pariwisata adalah penyumbang devisa terbesar dan penyerap tenaga kerja yang sangat signifikan," tegasnya.
Jembatan ini diharapkan menjadi katalisator pembangunan kawasan selatan Yogyakarta, membuka akses menuju destinasi wisata yang sebelumnya terisolasi.
Makna Historis di Balik Nama Kabanaran
Mengusung nama baru Kabanaran, jembatan ini sebelumnya dikenal masyarakat sebagai Jembatan Pandansimo. Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Madya Pemda DIY, Ditya Nanarya Aji, mengonfirmasi bahwa pemilihan nama tersebut merupakan keputusan langsung Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Nama Kabanaran merujuk pada situs bersejarah yang menjadi markas perjuangan Pangeran Mangkubumi (kelak Sultan Hamengku Buwono I) melawan penjajahan Belanda. Kawasan yang kini bernama Kalurahan Banaran di Kulon Progo tersebut menjadi saksi bisu peristiwa penting dalam sejarah Mataram.
"Di Kabanaran inilah Pangeran Mangkubumi mendeklarasikan diri sebagai Raja Mataram, menyusul kondisi kritis Susuhunan Pakubuwono II pada akhir 1749. Desakan dari para pengikutnya membuat beliau mengambil alih takhta," papar Ditya.
Pemilihan nama ini dimaksudkan untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan, ketangguhan, dan kebersamaan yang diwariskan oleh kepemimpinan Pangeran Mangkubumi, yang pada masa perjuangannya juga menyandang gelar Sunan Kabanaran.
Artikel Terkait
Trump Cabut Dukungan dari 66 Lembaga Global, Tegaskan Jalan Sendiri AS
Rayuan Murahan, Uang Miliaran: Kisah Pilu di Balik Gerebekan Love Scammer
Rem Truk Terkunci, Flyover Ciputat Lumpuh Akibat Tabrakan Dua Tronton
Bypass Ngurah Rai Tergenang, Arus Lalu Lintas di Badung Tersendat