Dampak Ke Daerah: Bekasi Naik, Bandung Barat Turun Drastis
Kebijakan penyeragaman antrean haji ini menimbulkan gejolak dalam pembagian kuota di tingkat kabupaten dan kota di Jawa Barat. Beberapa daerah mengalami kenaikan kuota yang sangat tinggi, sementara daerah lain justru mengalami penurunan yang tajam.
Kota Bekasi menjadi daerah dengan kenaikan kuota tertinggi. Kuota haji Bekasi untuk 2026 melonjak menjadi 4.964 jemaah, naik drastis dari kuota 2025 yang hanya 2.615 orang. Kenaikan ini setara dengan 89,83% atau hampir dua kali lipat.
Sebaliknya, Kabupaten Bandung Barat mengalami penurunan kuota paling signifikan. Dari sebelumnya 1.066 jemaah pada 2025, kuota untuk tahun 2026 anjlok menjadi hanya 127 jemaah. Ini berarti terjadi penurunan sebesar 88,09%.
Jaminan Keadilan dan Tidak Ada Antrean Menyalip
Meski menimbulkan ketidakseimbangan di tingkat daerah, kebijakan ini diyakini akan menciptakan keadilan bagi calon jemaah haji secara keseluruhan. Dengan sistem antrian nasional yang terpusat berdasarkan nomor urut provinsi, setiap jemaah akan diberangkatkan sesuai dengan haknya berdasarkan waktu pendaftaran.
Mekanisme baru ini menghilangkan potensi penyalipan antrian yang sebelumnya bisa terjadi karena perbedaan distribusi kuota antar kabupaten dan kota. Setiap jemaah yang berangkat pada tahun 2026 adalah mereka yang benar-benar memiliki hak untuk berangkat pada tahun tersebut berdasarkan urutan antrian provinsi yang baru.
Artikel Terkait
Jalan Hilang, Akses Terputus: Bekas Amukan Banjir Bandang di Duo Koto Belum Pulih
Resolusi 2026: Hidup Panjang dan Bermakna Dimulai dari Hal-Hal Kecil
Hunian Sementara di Aceh Tamiang Tak Sekadar Tempat Berlindung, Dilengkapi Fasilitas Penunjang
Lewotobi Laki-laki Siaga Maksimal, Status Dinaikkan ke Awas