Konser Hardcore di Batu Ricuh, Anggota Band Dibacok Celurit

- Selasa, 18 November 2025 | 13:42 WIB
Konser Hardcore di Batu Ricuh, Anggota Band Dibacok Celurit

Konser Hardcore di Kota Batu Ricuh, Anggota Band Dibacok

Sebuah insiden kekerasan mengganggu konser musik hardcore yang digelar di sebuah hotel di Kota Batu, Jawa Timur. Dua orang anggota band menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan dalam kejadian yang berlangsung pada hari Minggu malam.

Kronologi Kejadian Pengeroyokan di Konser Hardcore Batu

Menurut keterangan Kapolsek Batu, AKP Muhammad Subhan, insiden ini terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Saat korban, Irmanda Putra (22), sedang tampil bersama band hardcore-nya, tiba-tiba mereka dikeroyok oleh sekitar 10 orang penonton. Aksi kekerasan ini sempat terjadi langsung di arena pertunjukan.

Upaya Peleraian Berakhir dengan Korban Luka Bacok

One Regi Febriansyah (22), rekan satu band Irmanda, berusaha melerai pengeroyokan tersebut. Namun upaya ini justru membuat Regi ikut terkena pukulan. Keadaan semakin buruk ketika Irmanda Putra kemudian dibacok dengan senjata tajam jenis celurit di bagian luar area pertunjukan.

Kondisi Korban dan Penanganan Medis

Irmanda Putra mengalami luka bacok di bagian pundaknya yang cukup serius. Korban harus dilarikan ke RS Hasta Brata Kota Batu untuk menjalani perawatan intensif. Hingga dua hari setelah kejadian, korban masih harus dirawat di rumah sakit akibat luka dalam yang dideritanya.

Perkembangan Penyidikan Kasus Pengeroyokan

Kepolisian telah mengamankan delapan orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan ini untuk dimintai keterangan. Dari delapan orang tersebut, dua di antaranya masih berstatus pelajar kelas XI SMA. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk menentukan peran masing-masing pelaku dan mengejar pelaku utama yang membawa senjata tajam.

Kapolsek Batu menegaskan bahwa pihaknya masih mengejar pelaku utama yang membawa celurit. Sementara untuk korban, pemeriksaan lebih lanjut belum dapat dilakukan mengingat kondisinya yang masih harus menjalani perawatan medis.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar