Indonesia Diverifikasi Sebagai Tujuan Warga Palestina dari Afrika Selatan
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia sedang melakukan proses verifikasi terkait laporan yang menyebut Indonesia sebagai tujuan berikutnya bagi warga Palestina yang saat ini berada di Afrika Selatan. Ratusan warga Palestina tersebut dilaporkan tiba di Afrika Selatan tanpa dilengkapi dokumen resmi yang sah.
Asal Usul Kedatangan Warga Palestina di Afrika Selatan
Berdasarkan pernyataan resmi Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, ratusan warga Palestina yang tiba tanpa dokumen jelas tersebut berasal dari kawasan Gaza. Ramaphosa menyampaikan dugaan bahwa mereka telah diusir dari wilayah Gaza. Saat ini, sebanyak 153 warga Palestina tersebut mendapatkan penampungan sementara di Afrika Selatan.
Proses Keberangkatan Warga Palestina dari Gaza
Kisah perjalanan salah satu warga Palestina, Abu Saif, mengungkapkan bahwa militer Israel disebut memfasilitasi proses keberangkatan mereka. Abu Saif menjelaskan bahwa proses ini dimulai ketika istrinya mendaftar melalui organisasi non-pemerintah Al-Majd Europe. Setiap orang dikenakan biaya antara USD 1.400 hingga USD 2.000 atau setara dengan Rp 23 juta sampai Rp 33 juta untuk dapat berangkat.
Menurut pengakuannya, Al-Majd Europe berjanji akan memberikan bantuan kepada keluarganya selama satu hingga dua minggu sebelum akhirnya mereka harus mandiri. Abu Saif juga mengungkapkan bahwa sebagian warga Palestina lainnya telah menyusun rencana masa depan termasuk mempertimbangkan Indonesia sebagai tujuan.
Artikel Terkait
Politikus Gerindra Terseret Pusaran Korupsi BBM Navigasi Pontianak
Di Stasiun Tua, Sejarah Terukir: Mamdani Memimpin New York dengan Al-Quran dan Janji Keadilan Sosial
KPK Peringatkan Wacana Pilkada Lewat DPRD: Buka Keran Korupsi Sistematis
Negara dalam Jerat Rente: Ketika Kekuasaan dan Modal Menggerogoti Amanah Lingkungan