Unjuk Rasa Anti-Korupsi Manila 2024: 200 Ribu Warga Tuntut Transparansi Proyek Banjir

- Senin, 17 November 2025 | 17:12 WIB
Unjuk Rasa Anti-Korupsi Manila 2024: 200 Ribu Warga Tuntut Transparansi Proyek Banjir

Unjuk Rasa Anti-Korupsi di Manila: Ratusan Ribu Warga Tuntut Transparansi Proyek Banjir

Manila menjadi pusat perhatian dunia setelah lebih dari 200.000 orang melanjutkan unjuk rasa anti-korupsi untuk hari kedua pada Senin (17/11). Aksi massa ini menuntut pertanggungjawaban penuh terhadap dugaan penyimpangan dalam proyek mitigasi banjir yang dinilai tidak efektif.

Dampak Korupsi Proyek Banjir terhadap Perekonomian Filipina

Berbagai analisis ekonomi mengungkapkan bahwa skandal korupsi dalam proyek penanggulangan banjir telah menimbulkan dampak sistemik. Investor asing dilaporkan mengalami keraguan untuk menanamkan modal di Filipina, sementara pertumbuhan ekonomi nasional terhambat akibat melambatnya belanja publik.

Unjuk Rasa Damai dengan Tuntutan Transparansi

Para peserta unjuk rasa yang mayoritas mengenakan pakaian putih telah mendirikan tenda dan berencana melanjutkan aksi hingga Selasa (18/11). Meski berlangsung damai, aksi ini menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap kelambanan penyelidikan kasus korupsi.

Spanduk bertuliskan "Bongkar Perbuatan Jahat" dan "Aksi Unjuk Rasa untuk Transparansi dan Demokrasi" terlihat memenuhi lokasi demonstrasi. Aksi ini diinisiasi oleh Gereja Iglesia Ni Cristo yang memiliki basis jemaat mencapai dua juta orang.

Desakan Investigasi Menyeluruh atas Proyek Mitigasi Banjir

Freddie Beley, salah satu pengunjuk rasa, menegaskan tuntutan mereka: "Kami menyerukan agar pemerintah melakukan investigasi yang nyata dan tulus, serta tidak menutup-nutupi siapa pun yang terlibat dalam anomali ini."

Proyek penanggulangan banjir yang digelontorkan pemerintah Filipina menuai kritik tajam karena dianggap tidak memberikan dampak positif. Fakta menunjukkan banjir tetap terjadi setiap kali topan menghantam, memicu dugaan kuat adanya praktik korupsi dalam proyek tersebut.

Respons Pemerintah Filipina

Menanggapi gelombang protes, Presiden Ferdinand Marcos Jr telah berkomitmen untuk menindak tegas pelaku korupsi. Sebelum demonstrasi besar berlangsung, ia berjanji akan memenjarakan para tersangka setidaknya sebelum perayaan Natal tahun ini.

Pemerintah Filipina kini menghadapi tekanan besar untuk menyelesaikan penyelidikan menyeluruh terhadap proyek mitigasi banjir yang diduga menjadi sumber pemborosan anggaran negara.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar