Remaja Bohong Soal Perampokan di Terminal Jombor Sleman, Ini Faktanya
Polisi mengungkap fakta mengejutkan terkait kasus yang diduga perampokan di Terminal Jombor, Sleman. Seorang remaja laki-laki berinisial WN (16) asal Tasikmalaya ternyata mengaku menjadi korban perampokan padahal kejadian tersebut tidak benar.
Pengakuan Palsu untuk Cari Simpati
Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, menjelaskan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, terbukti WN tidak menjadi korban perampokan. Remaja tersebut diketahui pernah melakukan aksi serupa di daerah lain dengan alasan tidak memiliki uang.
"WN sengaja berbuat demikian agar mendapatkan belas kasihan dari masyarakat. Dalam aksinya, dia mengaku membutuhkan biaya berobat penyakit TBC karena merasa tidak mendapat bantuan dari Dinas Sosial," jelas Salamun.
Kronologi Aksi Kebohongan di Media Sosial
Informasi tentang perampokan ini sebelumnya viral di media sosial. Dalam unggahan tersebut, WN mengaku menjadi korban perampokan yang dilakukan oleh empat hingga lima orang bersenjata celurit. Dia mengklaim barang berharganya seperti laptop dan ijazah dirampas.
Setelah laporan tersebut beredar, WN dibawa ke Polresta Sleman untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Namun, dalam pemeriksaan terungkap bahwa pengakuannya tidak sesuai dengan fakta.
WN Dipulangkan ke Daerah Asal
Kepolisian memutuskan untuk tidak memproses WN secara hukum. Sebagai gantinya, remaja tersebut telah dipulangkan ke daerah asalnya di Tasikmalaya, Jawa Barat.
"Yang bersangkutan tidak diproses hukum dan sudah dipulangkan ke daerah asal," tegas Salamun menutup pernyataannya.
Sebelumnya, polisi sempat kesulitan berkomunikasi dengan WN selama proses pemeriksaan. Namun, akhirnya terungkap bahwa aksi mengaku sebagai korban perampokan hanyalah cara WN untuk mencari perhatian dan bantuan finansial dari masyarakat.
Artikel Terkait
Persib Kokohkan Puncak Klasemen Usai Kalahkan Persita 1-0
KAMMI Serahkan Hasil Panen Beras Sambas ke Mentan, Buktikan Peran Pemuda dalam Ketahanan Pangan
IHSG Melemah Tipis, Analis Soroti Level Kunci 8.170 untuk Tren Berikutnya
Kemenag Tegaskan Aturan Pengeras Suara Masjid Sudah Ada, Tanggapi Protes WNA di Gili Trawangan