Demo Besar dan Aksi Vandalisme Menuntut Presiden Claudia Sheinbaum Turun
Ketidakpuasan publik Meksiko terhadap pemerintahan Presiden Claudia Sheinbaum memuncak dalam bentuk unjuk rasa besar dan aksi vandalisme di Istana Nasional. Gerbang istana dicorat-coret dengan tulisan bernada pelecehan yang menyasar latar belakang etnis dan agama sang presiden.
Claudia Sheinbaum, yang tercatat sebagai presiden perempuan pertama dan berlatarbelakang Yahudi pertama dalam sejarah Meksiko, kini menghadapi tekanan politik yang berat. Massa protes menuntut penanganan serius terhadap dua masalah utama: tingginya tingkat kejahatan dan praktik korupsi yang dianggap masih merajalela di negara tersebut.
Protes Melebar Menjadi Sentimen Anti-Yahudi
Aksi unjuk rasa ini menarik perhatian dunia karena munculnya sentimen anti-Yahudi. Tulisan vandalisme yang ditemukan di lokasi protes secara eksplisit menyebut identitas Yahudi Sheinbaum. Fakta ini menjadi sorotan mengingat populasi Yahudi di Meksiko hanya sekitar 0,04% dari total penduduk.
Sheinbaum sendiri diketahui berasal dari keluarga imigran Yahudi. Keempat kakek neneknya adalah korban persekusi yang melarikan diri dari Lithuania dan Bulgaria pada masa Holocaust. Kemenangannya dalam pemilu 2024 sempat dirayakan sebagai pencapaian historis bagi keragaman di Meksiko.
Penyebab Kemarahan Publik terhadap Pemerintahan Sheinbaum
Pemicu utama gelombang protes ini adalah kegagalan pemerintah dalam menekan angka kriminalitas dan memberantas korupsi. Para pengunjuk rasa berkumpul di depan Istana Nasional untuk menyuarakan kekecewaan mereka. Situasi ini memaksa Presiden Sheinbaum untuk memberikan tanggapan.
Dalam pernyataannya, presiden dari kiri ini cenderung menyalahkan kepentingan bisnis sayap kanan sebagai dalang di balik gejolak ketidakstabilan yang terjadi. Namun, klaim ini belum bisa meredakan tensi tinggi yang terjadi di jalanan.
Insiden ini menandai ujian politik terberat yang dihadapi Sheinbaum sejak dilantik. Eskalasi protes dari kritik kebijakan menjadi serangan personal bernuansa etnis dan agama memperumit situasi yang sudah tegang. Dunia internasional kini memantau perkembangan situasi dan respons pemerintah Meksiko dalam menangani krisis kepercayaan ini.
Artikel Terkait
Rooney Ingatkan Risiko Euforia United Strands, Cunha Tegaskan Fokus Hanya pada Poin
Tyler Morton Ungkap Kurangnya Kepercayaan dari Arne Slot Sebabkan Hengkang ke Lyon
Persib Dikabarkan Intip Kiper Belanda Ronald Koeman Jr.
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Sukabumi, Dirasakan di Piru