Pramono Anung Akan Cek Langsung Isu Viral Pakan Harimau Ragunan, Ini Kata Beliau

- Sabtu, 15 November 2025 | 17:18 WIB
Pramono Anung Akan Cek Langsung Isu Viral Pakan Harimau Ragunan, Ini Kata Beliau
Pramono Anung Tanggapi Isu Pakan Harimau Ragunan - Akan Cek Langsung

Pramono Anung Akan Cek Langsung Isu Viral Pakan Harimau Ragunan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akhirnya memberikan tanggapan mengenai isu yang sedang viral di media sosial. Isu tersebut menyangkut dugaan penyimpangan pakan hewan, khususnya daging ayam untuk harimau, di Taman Margasatwa Ragunan yang diduga dibawa pulang oleh oknum tertentu.

Dalam pernyataannya yang dikutip di Kantor Wali Kota Jakarta Utara pada hari Sabtu, Pramono menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menindaklanjuti laporan ini. Ia menyatakan akan memeriksa kebenaran informasi tersebut secara langsung.

"Pertama, saya akan ngecek," tegas Pramono Anung.

Gubernur yang akrab disapa Pram ini telah memastikan bahwa pengecekan lapangan di Ragunan akan segera dilaksanakan pada minggu depan. Langkah ini diambil untuk mendapatkan informasi yang akurat dan faktual sebelum memberikan pernyataan lebih lanjut.

"Jadi minggu depan saya akan ke Ragunan. Kalau saya jawab sekarang, pasti saya ngarang," tambahnya untuk menekankan pentingnya verifikasi data.

Lebih lanjut, Pramono Anung menyinggung kemungkinan adanya tindakan korupsi terkait pakan hewan di Ragunan. Ia menyatakan dengan tegas bahwa jika benar ada praktik semacam itu, dirinya akan mengetahuinya.

"Yang kedua, harimaunya itu sebenarnya milik saya pribadi. Jadi saya pasti tahu kalau kemudian ada yang mau dikorupsi untuk itu," ujar Pramono menegaskan.

Pernyataan ini semakin mengukuhkan perhatiannya terhadap pengelolaan Taman Margasatwa Ragunan dan kesejahteraan satwa di dalamnya. Masyarakat pun menunggu hasil pengecekan langsung yang akan dilakukan oleh Gubernur.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar