Roma digegerkan oleh sebuah kabar mengejutkan di tengah pekan ini. Vatikan secara resmi membenarkan bahwa Paus Leo XIV, pemimpin tertinggi umat Katolik, mendapat undangan khusus dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Isinya? Ajakan untuk bergabung dengan sebuah badan baru yang digagas Trump: Dewan Perdamaian.
Pengakuan ini disampaikan langsung oleh Pietro Parolin, Sekretaris Negara Vatikan. Dalam sebuah jumpa pers di Roma, Rabu (21/1) waktu setempat, Parolin yang merupakan orang kedua terkuat di Tahta Suci itu mengonfirmasi kabar yang kemudian ramai diberitakan AFP keesokan harinya.
"Kami sudah terima undangannya. Paus punya salinannya," ujar Parolin, dengan nada hati-hati.
"Sekarang kami lagi pelajari. Mau diapakan ini? Butuh waktu buat mikirin respons yang tepat," tambahnya.
Menurutnya, proposal semacam ini bukan hal sederhana. Butuh pertimbangan matang sebelum Vatikan mengambil sikap.
Gagasan soal Dewan Perdamaian ini sebenarnya bukan barang baru. Trump pertama kali melontarkannya September lalu, sebagai bagian dari rencana mengakhiri perang di Gaza. Tapi kemudian, skemanya berkembang. Ambisinya makin besar: dewan itu nantinya tak cuma fokus pada Gaza, tapi diperlebar untuk menangani berbagai konflik global lainnya.
Dan satu hal yang sudah pasti: Trump sendiri yang akan memimpin dewan tersebut sebagai ketua pertamanya.
Nah, sekarang bola ada di pihak Vatikan. Apakah Paus akan menerima tawaran untuk duduk di meja yang digagas mantan presiden AS itu? Semua masih menunggu. Jawabannya masih digodok di dalam tembok-tembok Vatikan yang sunyi.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi