Makam Mbah Jaya Ragunan: Situs Keramat di Tengah Kebun Binatang Jakarta
Banyak pengunjung tidak menyadari bahwa Taman Margasatwa Ragunan di Jakarta Selatan menyimpan sebuah situs bersejarah yang keramat. Tersembunyi di dalam kompleksnya, terdapat sebuah makam yang dikeramatkan dan sering diziarahi.
Siapa Mbah Jaya Ragunan?
Makam tersebut adalah pusara dari tokoh yang dikenal dengan nama Sona Wijaya Sakti atau yang lebih akrab disapa Mbah Jaya Ragunan. Menurut cerita sejarah yang beredar, Mbah Jaya merupakan salah satu pengikut setia Sunan Gunung Jati, salah satu anggota Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran Islam di Nusantara.
Lokasi Makam Mbah Jaya Ragunan
Lokasi makam ini tidak berada di dekat kandang satwa. Untuk menemukannya, pengunjung harus menuju ke area Musala Al-Qodri yang terletak di tepi Danau Ragunan. Makam ini lebih tenang dan terpisah dari keramaian pengunjung kebun binatang.
Makam Mbah Jaya berada di dalam sebuah pondok berwarna cokelat yang dilindungi oleh pendopo berwarna hijau di sekelilingnya. Pada batu nisannya, tertulis jelas nama Sona Wijaya Sakti.
Tradisi dan Aktivitas Ziarah
Makam ini menjadi tujuan para peziarah dari berbagai penjuru Indonesia, seperti Bandung Selatan, Pandeglang, Bekasi, dan Cileungsi. Kedatangan mereka seringkali didasari oleh berbagai alasan spiritual, termasuk mendapatkan wisik atau mimpi tertentu.
Menurut penuturan pedagang setempat, aktivitas ziarah biasanya ramai dilakukan pada pagi dan malam hari. Para peziarah umumnya melafalkan doa-doa, membaca Surat Al-Fatihah, dan melakukan tawasulan di depan makam.
Cara Menuju Lokasi Makam
Untuk mengakses makam, pengunjung harus masuk melalui pintu barat Taman Margasatwa Ragunan terlebih dahulu. Berbeda dengan jam operasional kebun binatang, area makam ini dikabarkan terbuka untuk umum selama 24 jam.
Keberadaan Makam Mbah Jaya Ragunan ini menambah dimensi lain dari Taman Margasatwa Ragunan, tidak hanya sebagai tempat konservasi satwa tetapi juga sebagai situs warisan budaya dan spiritual yang menarik untuk dikunjungi.
Artikel Terkait
Pemantauan Hilal Awal Ramadhan 1447 H di Sulsel Digelar Besok di Menara Unismuh
Pengamat Apresiasi Penetapan Tersangka Narkoba Mantan Kapolres Bima Kota
Tiga Bocah Tewas Tenggelam di Waduk Lamongan Saat Coba Tolong Teman
Delapan Rumah Hangus Terbakar di Permukiman Padat Makassar, Diduga Dipicu Mainan Api Anak