Dinasti Politik: Ketika Kekuasaan Hanya untuk Satu Keluarga
Poster dengan tulisan "Nyenengin Satu Keluarga, Yang Susah Satu Negara" menggambarkan realitas politik yang terjadi di banyak negara. Sistem pemerintahan yang seharusnya demokratis berubah menjadi arena permainan kekuasaan untuk kepentingan segelintir orang.
Dinasti politik terjadi ketika kekuasaan dipusatkan dalam satu keluarga. Jabatan strategis diduduki oleh orang-orang yang memiliki hubungan darah, bukan berdasarkan kompetensi. Akibatnya, kebijakan publik seringkali lebih mengutamakan kepentingan keluarga penguasa daripada rakyat banyak.
Masyarakat merasakan dampak nyata dari sistem seperti ini. Kenaikan harga kebutuhan pokok, sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan, dan mahalnya biaya pendidikan menjadi beban yang harus ditanggung rakyat. Sementara itu, keluarga penguasa menikmati fasilitas dan hak istimewa.
Artikel Terkait
IKA Unhas Gelar Buka Puasa Bersama, Amran Sulaiman Diharapkan Jadi Orang ke-2 di RI
Warga Surabaya Berbuka Puasa Pukul 17.52 WIB Hari Ini
Natalius Pigai Desak Bareskrim Terapkan Keadilan Restoratif untuk Kasus Pandji
Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Pertamina