Sinta Nuriyah Wahid Bahas Reformasi Polri, Desak Netralitas dari Politik dan Bisnis
Jakarta - Sinta Nuriyah Wahid, istri dari almarhum Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), menghadiri pertemuan penting dengan Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Pertemuan ini berlangsung di STIK-PTIK, Jakarta Selatan, pada Kamis (13/11), di mana beliau hadir sebagai perwakilan resmi dari Gerakan Nurani Bangsa (GNB).
Dalam kesempatan tersebut, Sinta Nuriyah menyampaikan aspirasi dan harapan masyarakat luas terhadap institusi Polri. Ia menegaskan bahwa peran Polri dalam negara demokrasi adalah untuk menjaga kedaulatan sipil, bukan sebaliknya.
Pentingnya Netralitas Polri untuk Kembalikan Kepercayaan Publik
Salah satu poin kunci yang disampaikan oleh delegasi Gerakan Nurani Bangsa adalah pentingnya menjaga netralitas anggota Polri. GNB menuntut agar personel Polri tidak terlibat dalam aktivitas politik praktis dan dunia bisnis. Tuntutan ini dinilai sebagai langkah krusial untuk membangun dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi Kepolisian.
Jimly Asshiddiqie, selaku Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, mengaku telah menerima dan mencatat semua masukan tersebut. Jimly menyoroti poin tentang pengamanan institusi polisi dari intervensi politik dan bisnis sebagai hal yang sangat penting.
Respons Terbuka Kapolri dan Arahan dari Presiden
Menanggapi hal ini, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan sikap terbuka institusinya terhadap segala bentuk kritik dan masukan. Sigit menegaskan bahwa masukan-masukan tersebut akan dijadikan motivasi untuk terus melakukan perbaikan dan reformasi internal.
Inisiatif reformasi ini juga mendapatkan perhatian langsung dari pimpinan tertinggi negara. Presiden RI Prabowo Subianto telah memberikan arahan khusus kepada Komisi Percepatan Reformasi Polri, yang sebelumnya telah dilantik di Istana Merdeka. Presiden menekankan agar komisi ini memberikan laporan perkembangan secara berkala setiap tiga bulan untuk memastikan proses peningkatan kualitas institusi Polri berjalan optimal.
Pertemuan antara GNB yang diwakili Sinta Nuriyah Wahid dengan Komisi Reformasi Polri ini menandai komitmen bersama dari berbagai elemen masyarakat untuk menciptakan institusi Kepolisian yang lebih profesional, transparan, dan benar-benar menjadi pelindung serta sahabat bagi rakyat.
Artikel Terkait
Gubernur Sulsel Jadi Satu-Satunya Kepala Daerah Jadi Pembicara di Peluncuran Perpres Penanganan Anak Tidak Sekolah
Perum BULOG Catat Rekor Serapan Gabah dan Beras Tembus 3 Juta Ton Hingga Awal Juni 2026
Kejagung Tetapkan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Tersangka Korupsi Program Makan Bergizi Gratis
Kejagung Tetapkan Mantan Kepala BGN dan Dua Wakilnya sebagai Tersangka Korupsi Program Makan Bergizi Gratis