Anak Speech Delay 16 Tahun Diselamatkan dari Sekapan & Diduga Akan Dijual di Bekasi

- Kamis, 13 November 2025 | 16:54 WIB
Anak Speech Delay 16 Tahun Diselamatkan dari Sekapan & Diduga Akan Dijual di Bekasi
Anak Disabilitas Speech Delay Diselamatkan dari Sekapan di Kontrakan Bekasi - Kronologi Lengkap

Anak Disabilitas Speech Delay Diselamatkan dari Sekapan di Kontrakan Bekasi

Seorang anak perempuan berusia 16 tahun dengan kondisi disabilitas speech delay berhasil diselamatkan polisi dari sebuah kontrakan di kawasan Cikgu Tingudi, Bantar Gebang, Kota Bekasi. Operasi penyelamatan ini dilakukan pada Kamis dini hari, setelah korban dilaporkan hilang oleh keluarganya.

Keluarga korban telah melaporkan kehilangan ini ke Polsek Bantargebang sehari sebelumnya. Korban disebutkan menghilang sejak Selasa pagi, setelah menyampaikan pamit untuk pergi jogging.

Jejak Digital Email Ungkap Lokasi Sekapan

Keberadaan korban akhirnya dapat dilacak melalui jejak digital. Akun email milik ibu korban ternyata masih terhubung dengan ponsel yang dibawa oleh anak tersebut. Sinyal lokasi terakhir dari ponsel itu mengarah ke wilayah Cikgu Tingudi, yang kemudian menjadi petunjuk utama bagi tim penyelidik.

Berdasarkan informasi ini, keluarga bersama personel kepolisian segera menuju lokasi pada pukul tiga dini hari. Di dalam sebuah kontrakan panjang, mereka menemukan korban dalam keadaan sendirian, lemas, dan masih mengenakan pakaian yang sama seperti saat ia pertama kali dilaporkan hilang.

Pelaku Ditangkap di Dekat TPA Bantar Gebang

Pelaku utama yang berinisial JN berhasil ditangkap di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang, tidak jauh dari kontrakan yang digunakan untuk menyekap korban. JN diketahui bekerja sebagai buruh bongkar muat terpal di TPA tersebut. Polisi menduga ia tidak bertindak sendirian dan saat ini masih memburu satu orang rekannya yang terlibat.

Modus Pelaku: Rayu dan Beri Minuman Tidak Jelas

Menurut keterangan keluarga, pertemuan pertama antara korban dan pelaku terjadi di lokasi jogging korban. JN mendekati dan mengajak korban mengobrol serta merayunya. Korban kemudian diberi minuman yang diduga telah dicampur dengan zat tertentu, menyebabkan korban menjadi linglung dan tidak sadarkan diri, sehingga mudah untuk dibawa ke kontrakan pelaku.

Diduga Alami Kekerasan Seksual dan Hendak Dijual

Hasil pemeriksaan visum sementara di RSUD Kota Bekasi mengindikasikan bahwa korban mengalami kekerasan seksual selama masa sekapannya. Laporan visum lengkap masih ditunggu untuk memastikan detail kejadian.

Lebih mengerikan lagi, terungkap bahwa pelaku juga diduga berencana menjual korban melalui sebuah aplikasi kencan online. Investigasi masih berlangsung untuk memastikan apakah penawaran jual-beli ini sudah sempat dilakukan atau belum.

Kondisi Korban: Trauma Berat dan Pemulihan Mental

Setelah diselamatkan, korban sempat menjalani perawatan medis di RSUD Kota Bekasi. Saat ini, kondisi mental korban dilaporkan mengalami trauma yang sangat berat. Korban menunjukkan rasa takut yang berlebihan, termasuk gemetar ketika bertemu dengan orang asing.

Keluarga berencana untuk meminta bantuan pemulihan mental bagi korban. Mereka juga mendesak aparat penegak hukum untuk memberikan hukuman yang berat kepada para pelaku, mengingat korban adalah anak di bawah umur dengan kondisi disabilitas yang menjadi lebih rentan.

Kasus ini kini ditangani secara intensif oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Bekasi Kota. JN telah ditahan sebagai tersangka, sementara penyidikan terus dilakukan untuk mengungkap keseluruhan fakta dan menangkap pelaku lainnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar