Situasi di Venezuela memanas lagi. Kali ini, setelah penahanan Nicolas Maduro oleh otoritas Amerika Serikat, pemerintah di Karakas justru bersikukuh. Mereka menolak mentah-mentah klaim pengambilalihan yang digaungkan Washington.
Di tengah keributan itu, Wakil Presiden Delcy Rodriguez tampil dengan pernyataan tegas. Dalam sebuah pertemuan Dewan Pertahanan yang membahas operasi militer AS, suaranya lantang.
"Hanya ada satu presiden di negara ini, namanya Nicolas Maduro Moros,"
Begitu katanya, seperti dilaporkan media. Rodriguez tak berhenti di situ. Dia mendesak pemerintah AS untuk segera mengembalikan Maduro dan sang Ibu Negara, Cilia Flores, ke tanah air. Bagi Venezuela, status quo tak berubah meski pemimpinnya kini berada dalam tahanan.
Menurut Rodriguez, serangan AS ini menciptakan preseden yang sangat berbahaya. Bukan cuma untuk Venezuela, tapi untuk seluruh kawasan. Dia memperingatkan, apa yang terjadi hari ini bisa terulang di negara lain.
"Kami menyerukan kepada bangsa-bangsa di Tanah Air yang Agung untuk bersatu. Penggunaan kekuatan ini bisa berbalik melawan negara mana pun,"
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April