Bocah 4 Tahun Dijual Rp 80 Juta ke Suku Anak Dalam, Polisi Ungkap Jaringan Perdagangan Anak

- Minggu, 09 November 2025 | 16:40 WIB
Bocah 4 Tahun Dijual Rp 80 Juta ke Suku Anak Dalam, Polisi Ungkap Jaringan Perdagangan Anak
Polisi Ungkap Perdagangan Anak: Bocah 4 Tahun Dijual Rp 80 Juta ke Suku Anak Dalam - Berita Terkini

Polisi Ungkap Perdagangan Anak: Bocah 4 Tahun Dijual Rp 80 Juta ke Suku Anak Dalam

Polisi gabungan dari Polrestabes Makassar, dibantu tim Resmob Polda Jambi dan Satreskrim Polres Kerinci, berhasil menangkap dua pelaku perdagangan anak. Korban, seorang bocah berinisial B (4 tahun), berhasil diselamatkan setelah dijual kepada kelompok Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Mentawak, Kabupaten Merangin, Jambi.

Kronologi Penculikan dan Penjualan Anak

Kasus bermula pada hari Minggu (2/11) di Kota Makassar. Korban B dibawa orang tuanya untuk bermain di Taman Pakui sekitar pukul 08.00 WIB. Dua jam kemudian, orang tua korban mengecek dan menemukan anaknya telah hilang dari lokasi. Pencarian yang dilakukan tidak membuahkan hasil, sehingga pihak keluarga akhirnya melaporkan kasus penculikan ini ke Polrestabes Makassar.

Penangkapan Pelaku dan Pengakuan Mengejutkan

Berdasarkan penyelidikan, tim Satreskrim Polrestabes Makassar berhasil menangkap pelaku penculikan awal di Makassar. Dari pengakuan pelaku, terungkap bahwa korban B telah dijual kepada pelaku lain di Yogyakarta. Tim polisi kemudian bergerak ke Yogyakarta dan menangkap pelaku berikutnya yang telah menjual korban kembali ke sepasang pelaku di Jambi, yaitu Adefrianto Syahputra (36) dan Mery Ana (42).

Kedua pelaku akhirnya berhasil ditangkap di sebuah penginapan di Kota Sungai Penuh pada Jumat (7/11). Setelah diperiksa, mereka mengaku telah menjual korban B kepada kelompok Suku Anak Dalam di Kabupaten Merangin dengan harga Rp 80 juta.

Penyelamatan Korban dan Kondisi Terkini

Berbekal informasi dari pelaku, tim gabungan polisi segera menuju lokasi yang dimaksud dan berhasil menemukan korban B dalam kondisi selamat. Bocah malang tersebut kemudian dibawa kembali ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan, untuk diserahkan kepada keluarganya.

Kasi Humas Polres Kerinci, Iptu DS Sitinjak, menegaskan bahwa korban ditemukan dalam keadaan selamat. Sementara itu, kedua pelaku, Adefrianto Syahputra dan Mery Ana, saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap jaringan dan motif di balik tindak kejahatan perdagangan orang ini.

Kasus ini menjadi pengingat akan bahaya kejahatan perdagangan orang yang masih mengintai. Keberhasilan polisi dalam mengungkap dan menyelamatkan korban merupakan langkah penting dalam pemberantasan tindak pidana tersebut.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar