Misteri foto keluarga yang ditemukan dalam penggeledahan rumah mewah di kawasan Parahyangan Golf 2, Sentul, Kabupaten Bogor, masih belum terungkap. Penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya masih mendalami identitas orang-orang di dalam foto tersebut. Foto itu disita bersama sejumlah barang bukti saat polisi menggeledah rumah yang diduga terkait dengan tiga perkara besar: dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), suap PT Asabri, korupsi pasokan batu bara PLN yang memicu pemadaman listrik di Sumatera, dan perkara PT Krakatau Steel.
Di tengah penyidikan, beredar kabar bahwa sosok dalam foto tersebut diduga merupakan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Namun, Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto belum membenarkan informasi itu. "Saat ini masih didalami, mohon waktu," kata Totok di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kamis (9/7/2026).
Saat kembali didesak apakah foto itu benar menampilkan Febrie Adriansyah, Totok hanya menjawab singkat, "Tunggu dulu." Ia menegaskan bahwa seluruh informasi masih dalam proses pendalaman penyidik. Menurut Totok, foto keluarga tersebut menjadi salah satu petunjuk penting untuk mengungkap identitas pemilik rumah maupun pemilik barang-barang yang tersimpan di dalam brankas rahasia. Hingga kini, polisi juga belum mengumumkan siapa pemilik rumah mewah tersebut karena penyidikan masih berlangsung.
Dalam penggeledahan, penyidik menemukan brankas tersembunyi di balik dinding rumah. Dari dalamnya, polisi menyita tujuh koper berisi 74 kilogram emas batangan, uang tunai 4.767.300 dolar Amerika Serikat, 14.083.800 dolar Singapura, Rp100 juta, serta sejumlah dokumen dan telepon genggam. Total nilai barang bukti diperkirakan mencapai Rp476 miliar.
Penggeledahan rumah di Sentul merupakan bagian dari operasi serentak di 12 lokasi. Selain rumah tersebut, penyidik juga menggeledah Cafe de'Clan Signature di Cipete dan menemukan uang berbagai mata uang senilai sekitar Rp60 miliar, serta sejumlah kantor perusahaan, money changer, apartemen, dan rumah yang diduga terkait dengan rangkaian perkara korupsi yang sedang diusut.
Artikel Terkait
TNI Bantah Ada Personel Terlibat Penggerudukan di Polda Metro Jaya
Pengamanan Ketat di Polda Metro Jaya dan Rumah Dinas Jampidsus, Ini Penjelasan Aparat
Polisi Sita 74 Kg Emas Batangan dan Uang Rp 476 Miliar dari Brankas Tersembunyi di Sentul
Rekaman Orang dan Mobil Terkait Jampidsus Muncul di Polda Metro Jaya Dini Hari