Ledakan di Masjid SMAN 72 Jakarta: 8 Orang Luka & Senjata Bertulisan Nama Teroris Ditemukan
Jakarta diguncang insiden ledakan di Masjid SMAN 72, Kompleks TNI AL Kodamar, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11) siang. Kejadian yang terjadi sekitar pukul 12.30 WIB ini mengubah suasana Salat Jumat yang khidmat menjadi mencekam.
Akibat ledakan tersebut, delapan orang dilaporkan mengalami luka-luka. Kepanikan melanda jemaah yang berhamburan keluar masjid untuk menyelamatkan diri. Tim pemadam kebakaran dari Disgulkarmat Jakarta Utara segera diterjunkan ke lokasi untuk memastikan tidak ada potensi kebakaran susulan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan insiden ini. "Iya, ledakan di SMA 72 Kelapa Gading. Tapi masih kami dalami penyebabnya. Infonya dua orang sudah dibawa ke rumah sakit," ujarnya. Kapolda Metro Jaya disebutkan sedang menuju TKP untuk memantau perkembangan langsung.
Yang membuat insiden ini semakin mengejutkan adalah temuan polisi di lokasi. Aparat menemukan sepucuk senjata api berukuran sedang yang diduga milik pelaku. Yang lebih mencengangkan lagi, pada senjata tersebut terdapat ukiran tulisan yang merujuk pada aksi terorisme internasional.
Senjata itu bertuliskan angka "1189" serta nama Alexandre Bissonnette dan Brenton Tarrant - dua pelaku penembakan brutal di Masjid Quebec City (2017) dan Christchurch, Selandia Baru (2019). Tulisan misterius "For Agartha" dan "Welcome to The Hell" juga ditemukan pada senjata tersebut.
Foto senjata ini viral di media sosial X setelah diunggah oleh pengguna @em"rv. Unggahan tersebut langsung ramai dibahas warganet. Seorang pengguna lain, @ve"es__, mengonfirmasi bahwa nama-nama tersebut memang merujuk pada pelaku penembakan masjid di Kanada dan Selandia Baru.
Saat ini, polisi masih menutup area sekitar SMAN 72 Kelapa Gading untuk kepentingan penyelidikan. Tim Gegana telah diterjunkan untuk memastikan tidak ada bahan peledak lain yang tersisa. Motif di balik ledakan masjid ini masih dalam penyelidikan intensif polisi yang tengah mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi.
Insiden ledakan masjid di Jakarta Utara ini menyedot perhatian publik. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi kebenarannya. Update informasi resmi dapat diperoleh dari kanal komunikasi Polda Metro Jaya.
Artikel Terkait
Spekulasi Mualaf Central Cee Beredar, Belum Ada Konfirmasi Resmi
Kuasa Hukum Ammar Zoni Ajukan Keberatan atas Rencana Pemindahan ke Nusakambangan
Nia Ramadhani Bantah Tegas Rumor Perceraian dengan Ardi Bakrie
Kiesha Alvaro dan Rebecca Klopper Unggah Transformasi dan Tantangan di Film Ahlan Singapore