Mongol Stres Akhiri Utang Rp53 Miliar: Kronologi dan Proses 4 Tahun Menuju Ikhlas

- Senin, 03 November 2025 | 18:40 WIB
Mongol Stres Akhiri Utang Rp53 Miliar: Kronologi dan Proses 4 Tahun Menuju Ikhlas

Mongol Stres Akhirnya Ikhlaskan Utang Rp53 Miliar, Ini Alasan dan Kronologinya

Kisah inspiratif datang dari Mongol Stres yang memutuskan untuk mengikhlaskan utang sebesar Rp53 miliar. Keputusan ini diambil setelah bertahun-tahun memikirkan piutang tersebut dan akhirnya menemukan kedamaian melalui pembelajaran agama.

Kronologi Mongol Mengikhlaskan Utang Rp53 Miliar

Pada 9 Januari 2025, Mongol mengunjungi Lapas Pondok Bambu untuk menemui orang yang berhutang padanya. Dalam pertemuan tersebut, Mongol menyatakan niatnya untuk memutihkan utang sebesar Rp53 miliar meskipun tabungannya saat itu hanya tersisa Rp112 juta.

Proses Menuju Keikhlasan Selama 4 Tahun

Mongol mengungkapkan bahwa butuh waktu empat tahun sejak 2020 hingga 2025 untuk benar-benar bisa ikhlas. Proses ini melibatkan pembelajaran dari berbagai agama, termasuk Kristen dan Islam. Menurutnya, ikhlas adalah ilmu tertinggi dari semua agama yang dipelajarinya.

Perubahan Rencana dan Keputusan Akhir

Sebelumnya, Mongol sempat meminta Rp2,5 miliar dari peminjam untuk membeli rumah di Bali dan memulai hidup baru. Namun, saat melihat peminjam menangis mendengar permintaannya, Mongol justru memutuskan untuk mengikhlaskan seluruh utang tanpa syarat.

Strategi Mongol Membiayai Hidup Baru di Bali

Tanpa uang dari piutang yang diikhlaskan, Mongol memilih untuk menggadaikan perhiasan dan aksesoris berharga miliknya untuk membiayai rencana pindah ke Bali. Ia berharap kehidupan di Bali dengan banyak pantai dapat menjadi healing yang dibutuhkannya.

Tantangan Pasca Pengikhlasan Utang

Meski telah ikhlas, Mongol mengaku masih sering kepikiran utang Rp53 miliar tersebut, terutama karena adanya orang-orang sekitar yang terus mengingatkannya. Namun, ia memilih healing ke pantai untuk mengatasi pikiran-pikiran tersebut.

Kisah Mongol Stres ini menjadi contoh nyata tentang perjalanan menuju keikhlasan dan bagaimana pembelajaran spiritual dapat mengubah perspektif seseorang terhadap harta dan kehidupan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar