Memerankan karakter yang jauh berbeda dari kepribadian asli menjadi tantangan tersendiri bagi aktor Davina Karamoy. Dalam film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali, ia memerankan Dinar, seorang perempuan lembut, rapuh, dan kerap terjebak penyesalan masa lalu. Namun, di balik layar, Davina justru beberapa kali memprotes karakter tersebut.
"Aku tuh sebenarnya banyak protesnya. Kayak pas baca karakter Dinar kayak, 'Lemas banget nih cewek' gitu lho. Kayak, 'Kenapa sih harus kayak gini? Udah dong gini dong' gitu. Karena Davina tuh tipikal seperti itu," ujarnya di kawasan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Berbeda dengan Dinar, Davina mengaku dirinya pribadi yang cukup cuek dalam menyikapi persoalan hidup. Ia tidak terbiasa menyalahkan keadaan, orang lain, atau dirinya sendiri saat mengalami kegagalan. "Dan aku tipikal yang lumayan cuek dan nggak kayak seandainya terjadi hal terburuk gitu di hidup aku, aku bukan yang kayak menyalahkan masa lalu, menyalahkan diriku, menyalahkan siapapun," ungkapnya.
Perbedaan paling mencolok terletak pada cara memandang masa lalu. Jika Dinar terus dibayangi keinginan mengulang waktu, Davina justru percaya setiap peristiwa telah menjadi takdir. "Aku ngerasa itu mungkin udah tertulis dan memang sudah takdirnya terjadi seperti itu dan mungkin yang bisa kita ambil adalah hikmah dari itu," tuturnya.
Menariknya, meski membintangi film bertema kesempatan kedua, Davina mengaku tak pernah ingin kembali ke masa lalu. "Dan jadi kalau ditanya pernah nggak ingin merasakan andai waktu bisa diulang kembali, aku nggak," tegasnya.
Menurutnya, masa lalu adalah bagian penting yang membentuk dirinya hingga kini. "Karena aku ngerasa apa pun yang telah terjadi di masa lalu, baik atau buruk, itu pasti akan ada reason-nya di masa depan dan aku merasa aku berada di sini sekarang itu juga karena ada cerita buruk atau baik di masa lalu aku gitu," kata Davina.
Artikel Terkait
Davina Karamoy Viral Pakai Kalung Salib, Ternyata Properti Film
Davina Karamoy Kembali Pelajari Agama Kristen demi Peran di Film Baru