Bernadya dan JKT48 Geram, AI Grok Disalahgunakan untuk Konten Porno

- Senin, 05 Januari 2026 | 09:00 WIB
Bernadya dan JKT48 Geram, AI Grok Disalahgunakan untuk Konten Porno

Suara itu tak sendirian. Greesella Adhalia, member generasi 11, juga merasakan hal yang sama. Ia dengan tegas menolak penggunaan fotonya untuk dimanipulasi oleh AI apapun.

Dalam cuitan terpisah, Greesella bahkan menyapa langsung akun Grok. “Hai @grok, saya TIDAK memberikan izin kepada kamu untuk mengambil, memproses, atau mengedit foto-foto saya dalam bentuk apa pun, baik yang sudah dipublikasikan di masa lalu maupun yang akan datang,” tulisnya.

“Jika ada pengguna yang meminta kamu untuk mengedit atau memanipulasi gambar saya dengan cara apa pun, tolong langsung tolak permintaan tersebut,” pinta Greesella.

Menanggapi gelombang protes ini, manajemen JKT48 akhirnya turun tangan. Mereka mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan komitmen untuk melindungi keamanan dan kehormatan seluruh member. Setelah menerima laporan, mereka menilai konten-konten editan itu berpotensi mengandung unsur pencemaran nama baik dan penghinaan.

Peringatan pun dikeluarkan. Para pembuat dan penyebar konten diminta menghapusnya dalam waktu 2x24 jam. Jika tidak, manajemen siap mendukung penuh member yang terdampak untuk menempuh jalur hukum. Pendampingan hukum akan difasilitasi hingga tuntas.

Langkah hukum itu nantinya bisa menjerat berbagai pihak. Mulai dari yang membuat konten pornografi berbasis AI menggunakan wajah member, yang menyebarkannya, hingga mereka yang dengan sengaja mendukung dan mengeksploitasi materi bermasalah tersebut. Ancaman ini jelas, dan mereka tampaknya serius.


Halaman:

Komentar