Namun begitu, di balik kemarahannya, ada kegelisahan lain yang mengganjal. Yama mengaku sedang di persimpangan jalan soal langkah hukum. Ia ragu untuk melapor ke polisi.
Keraguannya muncul karena yang ia alami adalah teror psikis. Belum ada kerugian materiil yang besar atau bukti fisik yang jelas. Bintang film ‘Rambut Kafan’ itu bertanya-tanya, apakah rasa takut dan cemas yang mendera keluarganya bisa dianggap sebagai bukti yang cukup.
“Keinginan untuk melapor tuh ada Mas, sangat ada. Cuman pertanyaannya, apakah nanti laporan saya ini dapat diproses?” ungkapnya.
Ia membandingkan dengan kasus artis lain yang mungkin lebih ‘beruntung’ karena ada kerusakan properti. “Kalau saya, ya kan, saya juga ragu Mas. Bukannya mau percaya atau nggak percaya (sama polisi), cuman ya gimana ya?” keluh pria 45 tahun itu.
Menurut informasi, teror ini diduga kuat adalah buntut dari konten kritisnya. Sehari setelah video satire banjir itu tayang, ancaman mulai berdatangan. Sang penteror meminta Yama menghapus video, dengan target ancaman yang jelas: keluarga.
Artikel Terkait
Doktif Soroti Penahanan Richard Lee: Ratusan Miliar vs Keadilan yang Tersendat
Frizzy Bebas Bersyarat, Ancaman Pencabutan Cuti Mengintai
Pernyataan Ohim Soal Salsha Jadi IRT Picu Polemik di Media Sosial
Devano Berubah Jadi DJ Jamet, Riset Ekstrem Sampai Nyamar ke Klub Malam