Namun begitu, di balik kemarahannya, ada kegelisahan lain yang mengganjal. Yama mengaku sedang di persimpangan jalan soal langkah hukum. Ia ragu untuk melapor ke polisi.
Keraguannya muncul karena yang ia alami adalah teror psikis. Belum ada kerugian materiil yang besar atau bukti fisik yang jelas. Bintang film ‘Rambut Kafan’ itu bertanya-tanya, apakah rasa takut dan cemas yang mendera keluarganya bisa dianggap sebagai bukti yang cukup.
“Keinginan untuk melapor tuh ada Mas, sangat ada. Cuman pertanyaannya, apakah nanti laporan saya ini dapat diproses?” ungkapnya.
Ia membandingkan dengan kasus artis lain yang mungkin lebih ‘beruntung’ karena ada kerusakan properti. “Kalau saya, ya kan, saya juga ragu Mas. Bukannya mau percaya atau nggak percaya (sama polisi), cuman ya gimana ya?” keluh pria 45 tahun itu.
Menurut informasi, teror ini diduga kuat adalah buntut dari konten kritisnya. Sehari setelah video satire banjir itu tayang, ancaman mulai berdatangan. Sang penteror meminta Yama menghapus video, dengan target ancaman yang jelas: keluarga.
Artikel Terkait
Club Dangdut Racun dan MikkyZia Rencanakan Rilis Lagu dan Tur Kolaboratif
Perfect Crown Raih Rating Perdana 7,8%, Jadi Drama Jumat-Sabtu MBC Terbaik Ketiga
Michelle Ashley Ungkap Alasan Jauh dari Pinkan Mambo demi Kesehatan Mental
Serial Animasi KIKO Season 4 Tayang Perdana di RCTI, Usung Cerita Baru di Neo Asri