"Sherly juga mendapati gulungan kertas, tapi Sherly belum buka isinya apa," ujarnya kala itu.
Ternyata, gulungan itu berisi tiga lembar kertas. Isinya pesan ancaman dan salinan identitas dirinya. Pesannya ditulis dalam bahasa Indonesia dan Aceh, memintanya untuk tidak "meremehkan musibah di Aceh" atau mencari popularitas murahan. Di media sosial, DM-nya juga penuh dengan hinaan bernada kasar. Semuanya terjadi beruntun.
DJ Donny: Dari Bangkai Ayam hingga Bom Molotov
Lalu ada DJ Donny. Suaranya yang lantang berbalas ancaman yang eskalasinya mencemaskan. Pertama, istrinya menerima paket plastik berisi bangkai ayam plus pesan ancaman. Itu terjadi hari Senin.
Rabunya, situasi jadi lebih mencekam. Rekaman CCTV menangkap aksi dua pemuda melemparkan bom molotov ke arah rumahnya. Beruntung tidak meledak. Guncang oleh dua kejadian itu, Donny memutuskan untuk segera melaporkan semuanya ke Mapolda Metro Jaya.
Iqbal Damanik dan Pesan di Kaki Ayam
Korban teror lainnya adalah Iqbal Damanik, seorang manajer kampanye Greenpeace Indonesia. Pada Selasa pagi, bangkai ayam tanpa bungkus tergeletak di teras rumahnya. Di kaki ayam itu, tergulung kertas dengan pesan mengancam: "JAGALAH UCAPANMU APABILA ANDA INGIN MENJAGA KELUARGAMU, MULUTMU HARIMAUMU".
Bagi Iqbal, ancaman semacam ini bukan hal baru. Sebelumnya, kolom media sosialnya kerap dipenuhi komentar kasar dan pesan ancaman, semua karena kritik-kritiknya terhadap kebijakan pemerintah.
Menurut sejumlah saksi, rentetan peristiwa ini menimbulkan pertanyaan besar. Iklim kebebasan berekspresi seakan diuji oleh teror yang sistematis. Yang jelas, para tokoh ini kini harus berhadapan bukan hanya dengan persoalan bencana, tapi juga dengan rasa takut yang diantarkan ke depan pintu rumah mereka.
Artikel Terkait
Millie Bobby Brown: Dari Gadis Berkekuatan Telekinesis Menuju Dunia Nyata yang Penuh Makna
Somasi Baru Ancam Rully Anggi Akbar, Ultimatum Pelunasan Rp300 Juta
Na Daehoon Buka Suara: Pernikahan dengan Jule Resmi Berakhir, Anak-anak Ikut Saya
Erin Taulany Akhiri 2025 dengan Syukur: Rencana Tuhan Lebih Indah