Dude Harlino Diterpa Tuntutan Investor Dana Syariah Rp1,3 Triliun

- Rabu, 24 Desember 2025 | 14:30 WIB
Dude Harlino Diterpa Tuntutan Investor Dana Syariah Rp1,3 Triliun

Nama Dude Harlino kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, sorotan tak cuma soal kabar rumah tangganya, tapi lebih pada jeritan ribuan orang. Mereka adalah para lender yang dananya masih terkatung-katung.

Dalam sebuah podcast yang diunggah Denny Sumargo, aktor itu mengaku kebanjiran pesan. Sejak masalah ini mencuat, para investor terus menghubunginya lewat pesan pribadi di media sosial.

"Setiap hari saya dapat DM, ceritanya macam-macam," ujar Dude, Selasa lalu.

Ia mengaku awalnya tak menyangka persoalan ini akan membesar. Namun, keluhan demi keluhan yang datang membuatnya merasa harus bersuara. Menurutnya, banyak kisah yang benar-benar menyentuh hati. Ada yang mengandalkan uang itu untuk berobat, bahkan sekadar memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Beberapa lender bercerita, dana itu adalah uang pensiun mereka. Yang lain memakainya untuk biaya sekolah anak.

Di sisi lain, Dude menegaskan posisinya dengan tegas. Ia bukan bagian dari manajemen Dana Syariah Indonesia. Perannya hanya sebagai Brand Ambassador, sama sekali tidak terlibat dalam urusan pengelolaan uang.

"Saya tidak pernah mengelola uang mereka," katanya.

Namun begitu, ia merasa tak bisa diam begitu saja. Sebagai figur publik, ia paham ada harapan yang dibebankan kepadanya. Para lender berharap ada suara yang bisa menyampaikan aspirasi mereka.

Sejak 2025, Dude mengaku ikut mendorong proses mediasi. Sudah lima kali pertemuan digelar antara pihak Dana Syariah dan para lender. Sayangnya, hasilnya belum juga memuaskan. Kejelasan soal pengembalian dana secara menyeluruh masih jadi tanda tanya besar.

Angkanya pun fantastis. Total dana yang tertahan disebut mencapai Rp1,3 triliun, berasal dari sekitar 4.500 lender di berbagai daerah.

Memang pernah ada transfer Rp3,5 miliar. Tapi jumlah itu sangat kecil, cuma sekitar 0,2 persen dari total yang harus dikembalikan. Wajar saja kekecewaan para investor makin menjadi. Mereka menuntut transparansi: bagaimana dengan aset, agunan, dan borrower yang dulu dijanjikan?

Dude sendiri ikut menyoroti sistemnya. Ia mempertanyakan, bagaimana platform yang berizin dan diawasi OJK ini bisa mengalami masalah serupa secara bersamaan. "Saya juga mempertanyakan sistemnya," ucapnya.

Di tengah situasi yang ruwet ini, Dude berjanji akan terus menyuarakan tuntutan para lender. Harapannya sederhana, tapi berat diwujudkan.

"Harapan saya sederhana, dana mereka bisa kembali," tutupnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar