"Jadi kalau di keluarga aku, kita biasanya Christmas Eve dinner aja. Itu pun lebih untuk melakukan sesuatu sebagai keluarga daripada perayaan agama tertentu. Soalnya mama aku juga Muslim, gitu," sambung Cinta.
"Jadi ya, kita ngerayain Christmas tuh bukan seperti orang pada umumnya."
Pendekatan ini rupanya sejalan dengan apa yang dirasakan Arya Vasco. Menurutnya, yang mereka tonjolkan adalah sisi keceriaan dan suasananya, bukan aspek ritual keagamaannya.
"Untuk festivity-nya lah," kata Vasco menegaskan, "bukan untuk dari sisi religinya."
Di sisi lain, keduanya juga menyentuh soal hubungan dengan keluarga masing-masing. Ternyata, semuanya sudah berjalan sangat natural tanpa perlu pendekatan khusus.
"Kayaknya aku udah sering ketemu mama papa dia. Dia juga udah sering ketemu papa mama aku," ujar Cinta Laura terkait keluarga Vasco.
"Jadi enggak perlu ada pendekatan khusus ya, karena udah sering kenal."
Kedekatan yang terjalin dengan sendirinya itu tampaknya menjadi fondasi yang kuat. Dinamika keluarga besar mereka dibangun atas saling kenal dan menghargai perbedaan entah itu budaya atau keyakinan. Dan itu, mungkin, adalah inti perayaan mereka yang sesungguhnya.
Artikel Terkait
Lee Junho Pertimbangkan Tawaran Main di Drama Buy King, Berpotensi Duel Akting dengan Joo Ji Hoon
Titan Tyra Minta Maaf Usai Kontroversi Rebahkan Kursi Pesawat Saat Hamil
BELIFT LAB Tegaskan Heeseung Tak Kembali ke ENHYPEN, Fokus Karier Solo
Pejabat USDA Saksikan Finalis MasterChef Olah Salmon Alaska